Banjir yang melanda Desa Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (25/10/2026). Foto: X/@jenostalkerBanjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh setelah hujan deras mengguyur beberapa daerah. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana tersebut terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Jumlah warga terdampak dan rumah yang terendam masih dalam pendataan.Berdasarkan laporan sementara Posko Provinsi Aceh hingga Minggu (25/10) pukul 00.00 WIB, banjir dilaporkan terjadi di Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, dan Simeulue.Di Banda Aceh, banjir terjadi di dua kecamatan yang mencakup tiga gampong. Sementara itu, di Aceh Utara, banjir melanda tiga kecamatan dan delapan gampong. Di Aceh Selatan, banjir terjadi di dua kecamatan yang mencakup empat gampong. Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Pudung, sekitar jalur Kota Fajar–Menggamat.Di Kota Subulussalam, banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan terjadi di lima kecamatan dan 18 kampung. Adapun di Aceh Tenggara, banjir melanda Kecamatan Bambel akibat sedimentasi di sekitar Jembatan Desa Kuning. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap hingga ke jalan nasional dan permukiman warga.Di Kabupaten Pidie Jaya, hujan lebat di kawasan hulu menyebabkan Sungai Krueng Jeulanga meluap dan merendam permukiman di Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua. Jumlah rumah dan warga terdampak masih dalam pendataan.Sementara itu, di Simeulue, luapan sungai setelah hujan deras merendam rumah warga di Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur. Ketinggian air sempat mencapai pinggang orang dewasa sebelum berangsur surut beberapa jam kemudian.Berdasarkan laporan tambahan yang diterima pada Senin (26/10) pukul 08.40 WIB, banjir juga menggenangi Dusun Toa di Kecamatan Blangkejeren serta Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Ketinggian air diperkirakan mencapai lutut orang dewasa. Hingga laporan tersebut diterima, jumlah warga dan kepala keluarga terdampak masih dalam pendataan. Sementara itu, tidak ada korban jiwa maupun orang hilang yang dilaporkan dalam laporan tersebut.Selain banjir dan tanah longsor, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah. Di Lhokseumawe, pohon tumbang terjadi di dua titik dan menimpa satu mobil. Tiang listrik juga tumbang di kawasan Cunda sehingga menyebabkan pemadaman listrik. Di Bener Meriah, dua jembatan dilaporkan mengalami kerusakan berat, sedangkan dua rumah mengalami kerusakan sedang.Pemerintah Aceh Gelar Apel Kesiapsiagaan BencanaMengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, Pemerintah Aceh menggelar apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Aceh Besar, Senin (26/10).Kegiatan yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, itu diikuti 145 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, relawan, dan sejumlah unsur lainnya.Dalam sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan Taufik, pemerintah meminta seluruh unsur terkait memastikan kesiapan personel, peralatan, logistik, dan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi potensi bencana.Pemerintah juga menekankan pentingnya membersihkan saluran drainase, gorong-gorong, pintu air, serta alur sungai. Pemeriksaan wilayah rawan banjir dan tanah longsor, termasuk kondisi jalan dan jembatan, juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.“Posko Provinsi Aceh terus berkoordinasi dengan posko kabupaten/kota untuk memperbarui informasi wilayah terdampak dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan mendesak," ujar Taufik.Kewaspadaan ditingkatkan menjelang puncak musim hujan pada November 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam sambutan tersebut, intensitas hujan sebesar 62,5 persen diperkirakan terjadi pada 10 Zona Musim (ZOM) di Aceh pada November, meningkat dibandingkan dengan Oktober yang tercatat pada satu ZOM atau 6,25 persen.Hingga pembaruan laporan terakhir yang tersedia, jumlah keseluruhan warga terdampak dan rumah yang terendam banjir di Aceh belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.