First Look Film EMMY. Foto: Dok. Andika KusKisah perjuangan Emmy Saelan dan Wolter Monginsidi diangkat ke layar lebar melalui film berjudul EMMY. Film produksi Denny Siregar Production tersebut juga akan meramaikan gelaran The 21st Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) yang berlangsung di Yogyakarta pada 28 November hingga 5 Desember 2026.Nama Emmy Saelan dan Wolter Monginsidi belakangan kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kisah kedua tokoh perjuangan tersebut menarik perhatian publik dan kembali membuka ruang untuk mengenal kembali sejarah perjuangan Indonesia.EMMY mengangkat kisah Emmy Saelan, perawat sekaligus pejuang perempuan asal Makassar, serta perjuangannya bersama Wolter Monginsidi. Film ini menghadirkan cerita mereka kepada penonton masa kini melalui medium layar lebar.Menariknya, Denny Siregar Production tidak hanya menitikberatkan cerita pada konflik, politik, sejarah, dan aksi. Film EMMY justru akan memberi ruang lebih besar pada unsur romansa, empati, dan sisi kemanusiaan.Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan EMMY dari sejumlah karya Denny Siregar Production sebelumnya, seperti Kupu-Kupu Kertas dan Tanah Runtuh.“Kami mendengarkan dinamika dan keinginan penonton,” ujar Denny Siregar.First Look Film EMMY. Foto: Dok. Andika KusPendekatan personal melalui hubungan antarkarakter diharapkan dapat membuat kisah berlatar sejarah terasa lebih dekat dengan penonton. Dengan begitu, perjuangan para tokoh tidak hanya dipahami melalui peristiwa besar, tetapi juga melalui sisi emosional dan pengalaman manusia di baliknya.Kehadiran EMMY di JAFF juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kisah perjuangan dari Makassar kepada penonton dengan latar belakang dan ketertarikan yang beragam.JAFF sendiri merupakan festival film yang mempertemukan berbagai karya dan narasi dari Indonesia maupun Asia. Pada penyelenggaraan ke-21, festival ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari di Yogyakarta.Melalui EMMY, penonton akan diajak mengenal lebih dekat sosok Emmy Saelan dan kisah perjuangannya bersama Wolter Monginsidi. Film ini sekaligus menghadirkan pendekatan yang lebih personal dalam mengangkat cerita sejarah ke layar lebar.