Eskalator Skybridge St Bojonggede Mati Setahun, KAI: Tanggung Jawab Pemkab Bogor

Wait 5 sec.

Karangan bunga soal keluhan mengenai kondisi skybridge Stasiun Bojonggede. dok FikaFasilitas eskalator di skybridge penghubung menuju terminal di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, dikeluhkan penumpang karena mengalami kerusakan. Salah satu eskalator dilaporkan mati hampir setahun, sedangkan eskalator lainnya tidak berfungsi selama hampir sebulan terakhir.VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pengelolaan eskalator di skybridge yang mengarah ke terminal tersebut berada di bawah Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor).“Dapat kami sampaikan bahwa pengelolaan atas eskalator pada skybridge penghubung ke arah terminal adalah oleh Pemkab Bogor, koordinasi telah kami lakukan dengan pihak Pemkab Bogor terkait kebutuhan untuk dapat dilakukan perbaikan atas eskalator tersebut,” kata Karina saat dikonfirmasi awak kumparan, Selasa (25/10).Sementara itu, Fika, salah seorang penumpang KRL yang merekam kondisi eskalator tersebut, mengatakan kerusakan sudah berlangsung cukup lama. Menurut dia, eskalator di sisi kanan sudah tidak berfungsi hampir setahun, sedangkan eskalator di sisi kiri mati sejak hampir sebulan terakhir.“Untuk eskalatornya kan ada 2, yang sebelah kanan itu sudah mati hampir setahun, nah yang sebelah kiri sudah hampir sebulan ini mati,” ujar Fika.Selain eskalator, Fika mengeluhkan sejumlah fasilitas lain di skybridge yang juga mengalami kerusakan. Lampu penerangan di sepanjang jembatan penyeberangan banyak yang mati, toilet sering tidak bisa digunakan, dan sejumlah bagian tangga menuju skybridge dilaporkan sudah rusak.“Selain itu kami mengeluhkan juga fasilitas skybridge lainnya yang rusak, seperti lampu penerangan sepanjang skybridge banyak yang mati, toilet yang sering tidak bisa digunakan serta tangga masuk skybridge yang sudah banyak yang hancur dan itu membahayakan pengguna,” kata Fika.Warga Kirim Karangan Bunga DukaKeluhan mengenai kondisi skybridge tersebut kemudian disuarakan oleh sejumlah pengguna melalui komunitas #WargaBersuara. Fika mengatakan inisiatif menyampaikan protes muncul karena para pengguna merasa keluhan mereka selama ini belum mendapat tanggapan dari petugas terkait.“Bunga-bunga itu disampaikan atas inisiatif pengguna skybridge Bojonggede yang sudah resah sekali karena bersuara sendiri sama sekali tidak ada feedback dari petugas terkait ya, maka itu kemudian kami bergabung melalui komunitas #WargaBersuara,” ujarnya.Menurut Fika, setelah unggahan mengenai kondisi fasilitas tersebut ramai diperbincangkan, semakin banyak warga yang ikut menyuarakan keluhan melalui kiriman karangan bunga di sekitar eskalator skybridge."Setelah cukup viral sepertinya banyak warga lainnya yang juga ikut bersuara melalui kiriman bunga-bunga tersebut di area sekitar eskalator skybridge," ungkap Fika.Ia juga menyampaikan pengguna berencana kembali mengirimkan karangan bunga untuk menyampaikan protes atas kerusakan fasilitas tersebut.“Rencananya hari ini kami juga sedang mengurus untuk mengirimkan karangan bunga,” tutup Fika.