Petaka Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap-Tukang Becak di Sumut

Wait 5 sec.

Mobil Mercedes GLC 300 yang tabrak pedagang mi balap serta sejumlah kendaraan, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Polrestabes MedanMobil Mercedes-Benz GLC 300 putih bernomor polisi BK 23 YH menabrak pedagang dan pembeli mi balap serta sebuah becak di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (28/10) sekitar pukul 19.30 WIB. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Pengemudinya, Rudy Candra (44), belum ditetapkan sebagai tersangka, dan polisi masih mendalami kemungkinan ia berada di bawah pengaruh alkohol.Penjelasan PolisiKasat Lantas Polrestabes Medan AKBP SL Widodo mengatakan, mobil melaju dari arah pos keamanan Komplek Mutiara Residence menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan. Mobil itu menabrak tiga pembeli dan dua pedagang mi balap di pinggir jalan, lalu menghantam sepeda motor Honda Vario dan becak motor yang terparkir.“Mobil tersebut beserta ketiga pembeli mi balap, sepeda motor dan becak masuk ke dalam parit yang ada di depan Rumah Sakit Umum Haji Medan,” kata Widodo, Kamis (29/10).Para korban:Mawardi (47), pembeli, meninggal di lokasi kejadian.Beltsazar Pande Situmorang (18), pembeli, luka lecet di tangan kanan, kepala, leher, dan kaki, serta diduga patah tulang kaki kanan.Ignatius Fernando Siahaan (18), pembeli, luka robek di kepala serta luka lecet di pelipis kiri, wajah, tangan, dan kaki.Sulaiman Lingga (55), pedagang, luka di leher.Hadijah Hanim Pane (53), pedagang, luka di kaki dan tangan.TKP mobil Mercedes Benz GLC 300 hantam pedagang, penjual mi balap di Deli Serdang, Kamis (29/10/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanCerita Saksi: “Kencang Kali”Suparman (68), alias Buyung, tukang becak yang becaknya ditabrak lebih dulu, mengaku sedang duduk di median jalan. Becaknya terparkir sekitar dua meter darinya.“Pertamanya mobil itu kencang dari Mutiara Residence arah keluar. Becak saya pertama dilanggarnya,” ujarnya.Menurut Suparman, mobil lalu menghantam pedagang mi balap yang merupakan pasangan suami istri beserta pembeli. Satu pembeli yang sedang bermain ponsel setelah makan, katanya, terjepit di kolong mobil. Suara benturan terdengar hingga ke dalam rumah sakit.Ia mengaku sempat menahan warga yang emosi agar tidak mengeroyok pengemudi. Menurutnya, pengemudi langsung meminta maaf dan menyatakan bertanggung jawab.“Dia sebelum buka pintu dia 'minta maaf aku Pak, saya bertanggung jawab'. Tahu lah semut (warga) datang mengejar. Jangan kalian sentuh, kubilang. Kalau kalian sentuh, kalian berhadapan sama aku,” ucap Suparman.Suparman menyebut pengemudi ikut membantu mengeluarkan korban dari kolong mobil. Ia juga menyebut pengemudi terluka terkena setir, tinggal di kompleks Mutiara Residence, dan bersedia mengganti becaknya yang rusak parah. Ia memperkirakan harga becak baru sekitar Rp 10 juta. Menurut Suparman, korban meninggal sedang berada di RS Haji menemani keluarganya yang dirawat dan keluar untuk membeli makan.Becak milik Suparman yang dihantam oleh mobil Mercedes Benz GLC 300 saat ditemui di kediamannya, Deli Serdang, Kamis (29/10/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparanBecak itu sumber penghasilan Suparman, yang kata dia bisa mencapai Rp 200 ribu per hari.“6 tahun saya bawa becak. Becak ini kenangannya, separuh nih rumah ini (dibangun) duit dari dia,” katanya.Pengemudi Belum Tersangka, Polisi Dalami Dugaan AlkoholWidodo mengatakan pengemudi masih menjalani pemeriksaan. Polisi mendalami apakah ia dipengaruhi alkohol.“Masih didalami (apakah mabuk). Masih (diamankan) dan didalami serta pemeriksaan saksi-saksi,” kata Widodo.Hingga kini polisi belum menetapkan Rudy sebagai tersangka. Menurut Widodo, pengemudi sedang dirawat di RS Royal Prima Medan dan akan dicek urinenya.“Menetapkan tersangka itu harus melalui gelar, enggak bisa sembarangan. Tapi, pengemudi itu kan sekarang di RS Royal Prima. Ini mau kami cek urinenya, karena sakit. Terluka parah juga dia,” kata Widodo.Polisi juga akan memeriksa keluarga pengemudi dan mengambil rekaman CCTV rumahnya.“Belum (tahu apakah mabuk atau tidak). Namun, kami kan harus memeriksa keluarganya ini, dari rumah bagaimana. Mungkin CCTV rumah akan kita ambil, kan butuh waktu,” ujarnya. Saksi dan korban juga masih diperiksa, termasuk keterangan ahli dari pihak rumah sakit.Jenazah Dibawa ke AcehMawardi, warga Dusun I T. Chik Lam Kapang, Kelurahan Jengki, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, telah dibawa keluarganya ke rumah duka di Aceh. Satu korban luka masih dirawat di RS Haji Medan, sedangkan tiga lainnya sudah pulang atas permintaan pasien.“Sudah dibawa ke rumah duka di Aceh,” kata Kepala Instalasi Humas dan Pelayanan Pengaduan RS Haji Medan, Arfan Ansari.