Konser A Tribute to Teresa Teng Sukses Hadirkan Nostalgia

Wait 5 sec.

Konser A Tribute to Teresa Teng di The Ballroom, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Color Asia LiveKonser bertajuk A Tribute to Teresa Teng sukses dihelat pada Rabu malam (28/10 di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta. Perhelatan musik megah yang dipersembahkan oleh The Ballroom at Plaza Senayan didukung Color Asia Live ini berhasil menghidupkan kembali karya ikonik Teresa Teng yang melintasi generasi.Pertunjukan dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan penampilan memukau dari diva Indonesia, Kris Dayanti. Membuka tirai konser, Kris Dayanti langsung menghangatkan suasana ballroom lewat lagu Mencintaimu dan Can’t Take My Eyes Off You.Penonton kian riuh saat ia berduet dengan penyanyi asal Shanghai, Flora Liu, melantunkan tembang legendaris Tian Mi Mi.Panggung kemudian beralih kepada Flora Liu. Melalui karakter vokalnya yang lembut, Flora sukses menyentuh hati penonton lewat deretan lagu kenangan seperti Man Bu Ren Sheng Lu Xiao Cheng Gu Shi, He Ri Jun Zai Lai, Ni Shuo, dan Wo He Ni.Konser A Tribute to Teresa Teng di The Ballroom, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Color Asia LiveKolaborasi berlanjut saat Flora Liu mengundang penyanyi berbakat Putri Ayu ke atas panggung untuk menyanyikan Wo Zhi Zai Hu Ni / Toki o Nagare ni Mi Wo Makase.Usai duet tersebut, Putri Ayu mencuri perhatian solo lewat lagu I Have Nothing + I Will Always Love You, disusul tembang Mandarin klasik lainnya, yakni Lei de Xiao Yu, Chang Huan/Tsugunai, dan Lu Bian de Ye Hua Bu Yao Cai.Memasuki pengujung acara, Flora Liu kembali melanjutkan penampilannya dengan tujuh lagu hits penutup. Deretan tembang abadi seperti Mei Hua, Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, Ye Lai Xiang, Qing Ren de Guan Huai, Goodbye My Love / Zai Jian Wo de Ai Ren, hingga lagu ikonik Shanghai Tan bergema menutup malam itu.Kemegahan sajian musik tersebut tak lepas dari dukungan 50 Piece Orchestra by Astrid Lea di bawah arahan konduktor RM Condro.Konser A Tribute to Teresa Teng di The Ballroom, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Color Asia LiveAransemen simfoni klasik yang megah dan selaras dengan karakter vokal para penampil kian menghanyutkan penonton dalam tiap lagu. Antusias penonton terasa sepanjang gelaran berlangsung. Astrid, salah seorang penonton yang hadir, mengaku sangat terkesan."Saya benar-benar terhibur malam ini. Mendengar lagu-lagu hits Teresa Teng dibawakan langsung dengan iringan orkestra membuat saya bernostalgia ke masa lalu. Rasanya seperti diajak kembali ke masa lalu untuk pulang ke kenangan lama. Suasananya sangat hangat dan berkesan," ungkap Astrid lewat keterangan resmi.Dari sisi penyelenggara, Andrea Kurniawan selaku CEO The Ballroom at Plaza Senayan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan panggung yang berkelas."A Tribute to Teresa Teng lebih dari sekadar konser. Berkat kerja keras seluruh tim, konser ini sukses menciptakan sebuah experience yang elegan dan intimate, di mana penonton dapat menikmati vokal, orkestra, secara lebih dekat. The Ballroom at Plaza Senayan berharap yang disuguhkan malam ini bisa jadi pengalaman tersendiri bagi para penonton," kata Andrea.Sementara, David Ananda selaku Managing Director Color Asia Live, menilai, konser ini jadi jembatan apresiasi budaya yang berhasil memadukan musik legendaris dengan musisi ternama."Konser A Tribute to Teresa Teng punya nilai musikal dan budaya yang sangat menarik. Teresa Teng memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah musik Asia. Kehadiran Flora Liu dari Shanghai, serta Kris Dayanti dan Putri Ayu, memberikan warna yang menarik. Ditambah dengan 50 Piece Orchestra by Astrid Lea, konser ini jadi pengalaman yang fresh bagi penonton," tutup David.