Kymco X-Town 250 dengan rem ABS. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanMengendarai motor matik di turunan panjang membutuhkan teknik pengereman yang tepat. Pengendara perlu mengatur penggunaan rem agar sistem pengereman tidak bekerja terus-menerus hingga mengalami penurunan kinerja akibat panas berlebih.Motor skutik memiliki efek engine brake yang lebih terbatas dibandingkan motor bertransmisi manual sebab menyematkan transmisi Continuously Variable Transmission (CVT). Pengendara wajib mengetahui teknik menggunakan rem yang benar agar keselamatan tetap terjaga.Supervisor Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Muhammad Ali Iqbal, menjelaskan pengendara sebaiknya jangan menekan kedua tuas rem secara bersamaan dalam waktu lama. Ada waktunya pengendara harus menekan salah satu tuas rem.Praktik keselamatan berkendara di Astra Motor Safety Riding Center (AMSRC) di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. AHM“Jadi ngeremnya itu bergantian. Contohnya, pakai rem depan dahulu, rem belakang jangan disentuh. Kalau rem awalnya ditekan tidak dalam, terus setelah beberapa waktu dalam, artinya gejala rem ngempos. Cakram sudah panas saatnya ganti ke rem belakang” ujarnya saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.Menurutnya, saat menggunakan rem belakang, pengendara perlu memberi waktu agar rem depan kembali dingin secara alami. Hindari menyiram piringan cakram yang panas menggunakan air karena perubahan suhu secara mendadak berisiko merusak komponen.“Jangan sekali-kali menyiram cakram yang panas pakai air supaya cepat dingin. Itu hanya akan merusak piringan cakram, pokoknya jangan,” imbuh Iqbal.Selain teknik pengereman, pengendara juga perlu menjaga kecepatan sejak sebelum memasuki turunan. Gunakan kecepatan yang terkendali dan jaga jarak dengan kendaraan di depan agar tidak perlu melakukan pengereman mendadak secara terus-menerus.Astra Motor Safety Riding Center (AMSRC) di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. AHMAstra Motor Safety Riding CenterEdukasi mengenai teknik pengereman dan keselamatan berkendara menjadi bagian dari materi di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah. Fasilitas yang berada di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, ini dibuka pada Juli 2026.Pusat pelatihan tersebut memiliki ruang kelas teori dan komputer, simulator Honda Riding Trainer, serta lintasan praktik yang dirancang menyerupai kondisi jalan sebenarnya. Peserta dapat mempelajari teori keselamatan berkendara sebelum melanjutkan latihan di area praktik.Edukasi keselamatan berkendara di Astra Motor Safety Riding Center (AMSRC) di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. AHM"Bagi Astra Motor, di balik setiap perjalanan terdapat sebuah tanggung jawab yaitu terus menghadirkan edukasi, fasilitas, dan budaya berkendara yang lebih aman agar Masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman. Semangat itulah yang melandasi hadirnya Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah ini,” kata Chief Executive Astra Motor, Robien Tony.Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare dengan luas bangunan 2.760 meter persegi ini menjadi bagian dari upaya Astra Motor meningkatkan edukasi keselamatan berkendara bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor Honda di Jawa Tengah.