George Russell Sebut Posisi Runner-Up F1 Tidak Berarti Sama Sekali

Wait 5 sec.

Pebalap tim Mercedes George Russell saat sesi laltihan F1 Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya, Montmelo, Barcelona, Sabtu (31/5/2025). Foto: Juan Medina/REUTERSPembalap Mercedes George Russell menegaskan ketidakpeduliannya terhadap perburuan posisi kedua klasemen Formula 1 musim ini usai meraih hasil mengecewakan di Grand Prix Amerika Serikat. Dikutip dari laporan ESPN, pembalap asal Inggris tersebut hanya mampu finis di urutan kedelapan pada balapan di Austin. Hasil tersebut membuat rekan satu timnya, Kimi Antonelli, semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 123 poin.Russell mengungkapkan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah membawa Mercedes meraih gelar juara dunia konstruktor. Bagi pembalap berusia 28 tahun itu, mengakhiri musim di peringkat berapa pun selain posisi puncak tidak memberikan perbedaan signifikan.Perjuangan Berat di Grand Prix Amerika SerikatPenampilan Russell di Circuit of the Americas diwarnai dengan hukuman penalti lima detik pada awal balapan. Ia mengaku kesulitan memaksimalkan potensi mobil balapnya hingga gagal melewati pembalap McLaren, Oscar Piastri.“Enam putaran yang bagus, lima puluh putaran yang buruk,” kata Russell. Ia juga menambahkan bahwa hukuman penalti tersebut terasa cukup konyol meskipun itu bukan masalah utamanya.Rekan setimnya, Antonelli, tampil sangat dominan dengan menyentuh garis finis 13 detik di depan Charles Leclerc. Russell mengakui bahwa batas kinerja mobilnya sangat tipis sehingga ia kesulitan mengejar kecepatan rekan mudanya tersebut.Pembelaan Toto Wolff terhadap Kritik Helmut MarkoPenasihat Red Bull Helmut Marko sempat melontarkan spekulasi bahwa Russell mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan lagi untuk menjadi juara dunia. Marko menilai Russell telah kehilangan statusnya sebagai pembalap utama di tim Mercedes.Bos tim Mercedes Toto Wolff dengan tegas membantah anggapan skeptis dari Helmut Marko tersebut. Wolff meyakini bahwa Russell memiliki seluruh kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang juara dunia jika diberikan mobil yang tepat.“Saya pikir dia salah menilai George karena George memiliki semua kemampuan,” tegas Wolff. Ia menambahkan bahwa situasi awal musim memang berat ketika seorang pembalap berbakat mulai menunjukkan dominasinya.Komitmen Tim untuk Mengatasi Masalah MobilWolff menegaskan bahwa penurunan performa Russell musim ini merupakan tanggung jawab teknis dari pihak tim. Mercedes berkomitmen untuk menganalisis penyebab mobil yang dikendarai Russell keluar dari jendela operasional idealnya.“Bagi kami semua di dalam tim, George adalah seorang juara dan telah menang di setiap kategori,” ujar Wolff. Ia juga menyatakan bahwa Russell layak dimasukkan ke dalam kelompok pembalap terbaik.Manajemen tim berjanji akan terus memodifikasi dan menyesuaikan pengaturan mobil agar sesuai dengan gaya membalap Russell. Tim meyakini bahwa potensi, kecerdasan, dan tekad yang dimiliki Russell tetap berada pada level tertinggi.