Anak Laki-laki Juga Perlu Belajar Pekerjaan Rumah Tangga Sejak Dini, Ini Alasannya

Wait 5 sec.

Ilustrasi Anak Laki-laki Melakukan Pekerjaan Rumah. Foto: ShutterstockMoms, mengajarkan anak laki-laki untuk menyapu, mencuci piring, hingga membereskan kamar sendiri ternyata punya banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya.Belum lama ini, akun Threads @indah.herawati membagikan cerita ketika anak laki-lakinya diminta sang ayah menyapu kamar, tetapi justru menjawab, "Mama aja yang nyapu."Sang ayah kemudian memberikan pengertian bahwa ibu bukanlah pembantu yang harus selalu melayani kebutuhan anak. Ia juga mengingatkan bahwa anak laki-laki perlu belajar mandiri dan tidak selalu mengandalkan perempuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah mendapat penjelasan, anak tersebut akhirnya meminta maaf kepada kedua orang tuanya. View on ThreadsPentingnya Mengajarkan Anak Laki-laki Pekerjaan Rumah Tangga Sejak DiniPsikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan domestik sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun kemandirian sekaligus mengubah pandangan mengenai pembagian peran dalam keluarga.Sebab, dalam budaya tradisional, anak laki-laki kerap tumbuh dengan pesan tidak langsung bahwa urusan dapur, mencuci, dan membereskan rumah merupakan pekerjaan perempuan."Melibatkan anak laki-laki dalam urusan domestik sejak dini adalah langkah penting untuk merombak konstruksi tersebut secara psikologis di dalam keluarga sekaligus melatih kemandirian nyata bagi masa depan anak-anak kelak," jelas Verauli kepada kumparanMOM. Ilustrasi Anak Laki-laki Melakukan Pekerjaan Rumah. Foto: ShutterstockOleh karena itu, anak membutuhkan contoh nyata dari kedua orang tuanya. Ayah juga perlu terlibat dalam pekerjaan domestik agar anak memahami bahwa mengurus rumah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas perempuan.Manfaat Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah TanggaMenurut Roslina, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika anak mulai dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga sejak dini, di antaranya:-Melatih kemampuan berpikir dan perencanaanAnak belajar mengikuti urutan langkah, mengingat tugas, serta menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas. Keterlibatan dalam pekerjaan rumah juga dikaitkan dengan kemampuan fungsi eksekutif yang lebih baik. Ilustrasi Anak Laki-laki Melakukan Pekerjaan Rumah. Foto: Shutterstock-Membangun kepercayaan diriKetika berhasil menyelesaikan tugas rumah, anak akan merasa mampu dan berguna bagi keluarga. Hal ini menjadi salah satu fondasi untuk membangun harga diri yang sehat.-Menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirianAnak terbiasa menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Keterlibatan dalam pekerjaan rumah sejak kecil juga berkaitan dengan kesiapan anak saat memasuki usia dewasa muda.-Mengembangkan empatiAnak mulai memahami bahwa rumah yang nyaman merupakan hasil usaha seluruh anggota keluarga. Dengan begitu, mereka juga belajar menghargai pekerjaan orang lain.-Mempererat kedekatan keluargaIlustrasi ibu dan anak. Foto: ShutterstockMemasak, mencuci piring, atau membersihkan rumah bersama bisa menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara orang tua dan anak.Ayah Juga Perlu Memberikan Contoh kepada AnakPenelitian menunjukkan bahwa ketika ayah turut terlibat dalam pekerjaan domestik, anak, termasuk anak perempuan, cenderung memiliki pandangan yang lebih luas mengenai peran gender dan masa depannya.Roslina mengingatkan bahwa pendidikan tentang kesetaraan dalam keluarga tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat."Pendidikan tentang kesetaraan dalam keluarga tidak dimulai dari ceramah tentang kesetaraan gender, melainkan dari apa yang setiap hari dilihat dan dialami anak di rumah," ungkapnya.Dengan begitu, orang tua bisa mulai mengenalkan pekerjaan rumah tangga melalui tugas-tugas sederhana sesuai usia dan kemampuan anak, seperti merapikan mainan, menyapu kamar, atau meletakkan piring kotor di tempatnya.