Trump Tak Mau Ikut Campur Urusan Politik Brasil Usai Flavio Bolsonaro Kabur ke AS

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan ikut campur dalam gejolak politik Brasil setelah Flavio Bolsonaro, sekutu politik sayap kanan Trump, menyatakan dirinya sebagai pemimpin Brasil yang sah usai kalah pilpres.Dikutip dari AFP, Kamis (29/10), Trump mengatakan AS telah mengizinkan Flavio masuk ke negara tersebut. Namun, dia memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai klaim politik putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro itu."Saya tidak akan berkomentar mengenai hal itu, tetapi saya tahu bahwa kami memberinya izin untuk masuk ke negara ini, jadi kita lihat saja," kata Trump kepada wartawan."Saya tidak akan ikut campur. Pemilihan itu sangat aneh, itu sudah pasti," lanjutnya.Calon presiden Brasil dari Partai Liberal (PL), Flavio Bolsonaro di Brasilia, Brasil, Minggu (4/10/2026). Foto: Diego Herculano/REUTERSFlavio sebelumnya meninggalkan Brasil dan pergi ke AS setelah kalah dalam pemilihan presiden. Ia kemudian menyatakan dirinya sebagai pemimpin Brasil yang sah, menolak menerima hasil pemilu, dan berjanji memimpin oposisi dari luar negeri.Ia adalah putra Jair Bolsonaro, mantan presiden Brasil yang dikenal sebagai sekutu politik Trump. Jair kalah dari Luiz Inacio Lula da Silva dalam pemilihan presiden Brasil 2022. Setelah kekalahan tersebut, Jair juga sempat menolak mengakui hasil pemilu dan meninggalkan Brasil menjelang pelantikan Lula.Dalam pemilihan presiden Brasil yang berlangsung pada Minggu (25/10), Flavio kalah dari Lula yang berhasil mempertahankan kursi kepresidenan untuk masa jabatan keempatnya. Berdasarkan hasil resmi, Lula meraih 51,75 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,25 persen. Lula unggul dengan selisih sekitar 4,4 juta suara.Hasil tersebut menjadi kejutan karena Flavio sebelumnya unggul atas Lula pada putaran pertama pemilihan. Lula berhasil membalikkan keadaan pada putaran kedua dan mempertahankan kekuasaan di negara terbesar di Amerika Latin itu.Setelah kalah, Flavio menolak menerima hasil pemilu dan menyatakan akan berupaya membatalkannya. Ia mempersoalkan keputusan Mahkamah Agung Brasil yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam di sejumlah wilayah karena kendala transportasi dan cuaca.Flavio kemudian meninggalkan Brasil bersama istri dan kedua putrinya. Mereka melintasi Argentina sebelum terbang melalui Ekuador menuju Miami, Florida, pada Rabu (28/10). Pemerintahan Trump sebelumnya telah menyetujui visa bagi Flavio dan keluarganya.