Menperin Rayu Toyota Indonesia Produksi Double Cabin, Genjot Ekspor ke Australia

Wait 5 sec.

Aktivitas ekspor kendaraan buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia). Foto: TMMINKementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) atas kontribusi membangun industri otomotif nasional. Salah satu yang disanjung adalah kinerja ekspor."Kita minta ada peningkatan ekspor mobil Toyota dari Indonesia, baik model maupun tujuan negaranya. Misalnya Australia, nah mereka masih ambil mobilnya tidak banyak dari kita," buka Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji di kantornya, Selasa (28/10).Sarmuji turut menyinggung, Indonesia yang merupakan salah satu negara paling dekat dengan Australia secara geografis harusnya mampu menawarkan produk lebih unggul. Seperti harga yang kompetitif dan kualitas juga sama bagusnya dari negara lain."Apalagi kita juga sudah punya perjanjian dagang dengan Australia (IA-CEPA). Harusnya dari sisi harga dan pembiayaan kita bisa lebih kompetitif, hanya saja tadi memang dikatakan mereka kebanyakan ambil yang double cabin (pick up)," paparnya.Presiden RI ke-7 Joko Widodo melepas ekspor perdana Toyota Fortuner ke Australia di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Selasa, (15/2/2022). Foto: TMMINMaka dari itu, Sarmuji membujuk Toyota Indonesia agar model-model double cabin bisa diproduksi di dalam negeri. Selama ini, pabrikan mendatangkan utuh model tersebut dari Thailand, negara yang memang pasarnya SUV dan kendaraan niaga ringan bermesin diesel."Maka kita sarankan kenapa double cabin tidak diproduksi di Indonesia saja? Kalau ada keperluan untuk memperbaiki ekosistem mobil double cabin, bisa kita lakukan," kata Sarmuji.Bagaimana penjualannya di Indonesia? Segmen ini ternyata juga salah satu andalan Toyota, tercatat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) jumlah penyaluran dari pabrik ke diler atau wholesales bisa mencapai 14.189 unit.Itu angka sepanjang tahun lalu, sedangkan distribusi selama 2026 ini sudah mencatatkan angka 12.634 unit hingga September kemarin. Pada segmen ini, Toyota juga memimpin pasar kendaraan komersial ringan kabin ganda.Toyota Hilux generasi ke-6. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanSementara itu, performa ekspor secara keseluruhan Toyota Indonesia selama 9 bulan berjalan tahun ini masih mencatatkan pertumbuhan positif sebanyak 218.162 unit. Naik 2,5 persen dibanding Januari-September 2025 yang peroleh 223.696 unit.Toyota menyumbang sekitar 60,2 persen terhadap total ekspor kendaraan utuh buatan Indonesia. Hasil tersebut juga menguatkan posisi perusahaan sebagai salah satu eksportir manufaktur terbesar di Indonesia.Sejak melakukan pengkapalan mobil pertamanya pada 1987 silam, Toyota Indonesia telah mengirim 3.375.490 unit CBU hingga September 2026. Terdapat lebih dari 100 negara tujuan di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.