Wall Street Ditutup Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Wait 5 sec.

Federal Reserve. Foto: ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/10), setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuannya. The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00% di pertemuan FOMC pada 28–29 Oktober 2026.Indeks Dow Jones Industrial Average naik 97,53 poin atau 0,19 persen ke level 52.475,10. Indeks S&P 500 bertambah 21,37 poin atau 0,28 persen menjadi 7.743,97, sedangkan Nasdaq Composite menguat 72,04 poin atau 0,27 persen ke posisi 26.549,85.Melansir Reuters, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Namun, The Fed meningkatkan penilaiannya terhadap prospek ekonomi, kendati mengakui inflasi masih berada pada level tinggi.Kepala Strategi Pasar Carson Group, Ryan Detrick, menuturkan keputusan itu tidak memberikan kejutan besar bagi investor karena pasar telah memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga.“Sudah banyak diperkirakan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga, jadi tidak ada kejutan besar,” kata Detrick.Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockSetelah keputusan The Fed diumumkan, ketiga indeks utama Wall Street bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.Berdasarkan data CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 85 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember. Angka ini meningkat dari 78,3 persen pada Selasa (27/10).Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis (29/10), termasuk indikator inflasi pilihan The Fed, Personal Consumption Expenditures (PCE), serta perkiraan awal pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III.Data ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.Selain kebijakan moneter, perkembangan kinerja perusahaan turut memengaruhi pergerakan saham.Ilustrasi Nasdaq. Foto: Shutterstock AI/ShutterstockMusim laporan keuangan kuartal III masih berlangsung, dengan 200 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 telah merilis hasil kinerjanya. Sebanyak 84 persen mencatatkan hasil di atas perkiraan konsensus analis, berdasarkan data LSEG.Analis memperkirakan laba agregat perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 31,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III, meningkat dari perkiraan 30,6 persen pada 1 Oktober.Lalu, saham di sektor teknologi menunjukkan pergerakan fluktuatif. Saham produsen cip memori Micron Technology naik 5,9 persen. Kenaikan terjadi setelah pesaingnya asal Korea Selatan, SK Hynix, melaporkan laba kuartalan yang meningkat lebih dari 7 kali lipat. Saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS melonjak 13,3 persen.Indeks semikonduktor Philadelphia SE (SOX) juga menguat 1,8 persen, memperpanjang kenaikan harian menjadi empat sesi berturut-turut.Saham Microsoft mencatat kenaikan lebih dari 4 persen dalam perdagangan setelah penutupan bursa setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartalannya. Sebaliknya, saham Alphabet, perusahaan induk Google, turun lebih dari 7 persen pada perdagangan setelah jam bursa.Detrick mengatakan, investor juga memperhatikan keberlanjutan belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), selain mencermati keputusan suku bunga The Fed.Secara keseluruhan, volume perdagangan di bursa AS tercatat 16,67 miliar saham, di bawah rata-rata 17,10 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.