Petugas penyelamat bekerja di lokasi tabrakan dua kereta api berkecepatan tinggi antara kota Mora dan Orgaz, dekat Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). Foto: Violeta Santos Moura/REUTERSKecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat di wilayah Castilla-La Mancha, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid, Spanyol, menewaskan 68 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya pada Rabu (28/10). Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa dalam abad ini.Dikutip dari AFP, Kamis (29/10), jumlah korban tewas disampaikan oleh pemimpin regional Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page. Sebelumnya, jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 64 orang."Kami tidak tahu apakah akan ada jenazah lain yang ditemukan ketika gerbong-gerbong dipindahkan," kata Garcia-Page kepada wartawan di lokasi kejadian.Juru bicara pemerintah regional Castilla-La Mancha mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 15 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.Foto dan laporan dari lokasi kejadian memperlihatkan satu kereta menancap ke kereta lainnya. Sejumlah gerbong terguling di dasar tanggul, sementara puing-puing berserakan di sekitar lokasi.Petugas penyelamat terus melakukan pencarian korban hingga malam hari. Mereka menggunakan drone, lampu penerangan, dan alat berat untuk mengangkat rangkaian logam yang hancur serta mencari kemungkinan korban lainnya.Petugas penyelamat berupaya mengevakuasi jenazah setelah tabrakan dua kereta api berkecepatan tinggi antara kota Mora dan Orgaz, dekat Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). Foto: Violeta Santos Moura/REUTERSSalah satu korban selamat, Pablo Mejia (42), mengatakan kepada AFP bahwa dirinya mengalami luka di kepala setelah secara kebetulan berpindah tempat duduk sebelum kecelakaan terjadi."Dentumannya sangat kuat. Berlangsung lama sebelum akhirnya berhenti. Banyak orang tergeletak di lantai, bertumpuk satu sama lain, kursi-kursi tercabut, koper-koper, semuanya kacau," ujar Mejia.Manuel Ortiz (49), warga Desa Urda yang berada dekat lokasi kecelakaan, mengaku membantu mengangkut korban selamat menggunakan mobilnya. Ia menggambarkan kondisi di lokasi sebagai pemandangan yang mengerikan dengan bau logam akibat kecelakaan.Diduga Ada Kesalahan Pengoperasian, Gangguan Sistem DisorotOperator kereta api milik negara Spanyol, Renfe, mengkonfirmasi bahwa jalur utama kereta cepat dari Madrid menuju Spanyol selatan dihentikan sementara setelah salah satu keretanya terlibat kecelakaan dengan kereta milik perusahaan swasta Iryo.Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan kecelakaan terjadi setelah sebuah kereta kembali melanjutkan perjalanan meskipun seluruh layanan di sepanjang jalur sepanjang 69 kilometer telah dihentikan akibat gangguan teknis pada sistem kendali otomatis.Menurut Puente, keputusan untuk kembali mengoperasikan kereta diambil ketika sistem tersebut belum pulih. Ia mempertanyakan keputusan pusat kendali yang mengizinkan perjalanan dilanjutkan dalam kondisi tersebut."Keputusan untuk melanjutkan lalu lintas, ketika sistem itu belum dipulihkan, berada di tangan pusat kendali," kata Puente.Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil dalam keadaan yang menurutnya sulit dijelaskan.Kereta Renfe yang kembali beroperasi kemudian menempuh jarak sekitar 25 kilometer sebelum menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti. Menurut Puente, kereta yang bergerak itu mungkin melaju dengan kecepatan hingga 200 kilometer per jam saat tabrakan terjadi.Puente juga mengatakan pusat kendali memiliki cukup waktu untuk memeriksa kesalahan tersebut, tetapi tidak memperbaikinya sebelum kereta kembali berjalan.Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.Sebelumnya pada Januari lalu, tabrakan dua kereta cepat di dekat Desa Adamuz, Spanyol selatan, menewaskan 46 orang. Insiden itu menjadi kecelakaan kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013, ketika 80 orang tewas setelah sebuah kereta keluar jalur di tikungan dekat Kota Santiago de Compostela di barat laut negara tersebut.