Perusahaan energi raksasa asal Inggris, Shell, menyatakan pada hari Kamis (29/10/2026) bahwa laba bersih kuartalan yang disesuaikan meningkat dua kali lipat menjadi USD10,8 miliar, naik dari USD5,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dan gas yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, demikian dilaporkan Anadolu.