Pekerja dan ibu rumah tangga di India diminta pasang kamera di dahi untuk rekam semua aktivitas yang dikerjakan. Datanya diambil untuk melatih robot berbasis AI. Foto: AFPPara pekerja di India diminta untuk memasang kamera di dahi saat melakukan pekerjaan sehari-hari. Rekaman gerakan mereka dikumpulkan sebagai data untuk dipelajari oleh robot kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).International Business Time, melaporkan rumor tenaga kerja di India terancam diganti robot santer dibicarakan usai dalam beberapa bulan terakhir muncul laporan mengenai pabrik-pabrik di sana meminta para pekerjanya memasang kamera di dahi untuk mendokumentasikan gerakan saat bekerja.Penggunaan kamera tersebut ternyata bukan sekadar dugaan. Hal ini diungkap oleh novelis sekaligus aktivis asal India, Arundhati Roy, di Majelis AI Rakyat yang diselenggarakan oleh More Perfect Union and AI Now Institute at Webster Hall.Investigasi Pekerja India Pakai Kamer DahiInvestigasi media Scroll pada Mei 2026 mengidentifikasi sebuah pabrik garmen Pearl Global Industries di Gurugram meminta para pekerjanya memakai kamera yang dipasang di kepala. Kepada Scroll, para pekerja mengaku tidak diberikan persetujuan, baik secara lisan maupun tulisan. Mereka menyebut perusahaannya mengenalkan perangkat tersebut sebagai alat untuk memantau pekerjaan.Scroll turut menelusuri peran Egolab.AI, perusahaan yang bergerak di bidang pengumpul data untuk robotika. Arnav Kabra, yang saat itu menjabat sebagai kepala operasional bisnis perusahaan, membantah anggapan izin pekerja tidak diperoleh. Ia mengatakan telah mendapat persetujuan dari para pekerja.Secara terpisah, The Indian Express mewawancarai Ashish Narayan, teknisi mesin di Nagpur. Ia menceritakan pengalamannya merekam pekerjaan menggunakan mesin tekstil tanpa mendapat kejelasan mengenai pihak yang akan menerima rekaman tersebut. Narayan mengaku khawatir rekaman itu digunakan untuk melatih robot yang kelak menggantikannya.Investigasi The Guardian yang terbit pada Juni 2026 meneliti enam pabrik di lima negara bagian India. Laporan itu menemukan bahwa pekerja yang merekam aktivitas selama bekerja tidak menerima bayaran tambahan, meski pihak pabrik dibayar untuk memfasilitasi proses perekaman.Rekaman dikenal sebagai egocentric data, yaitu data yang merekam aktivitas dari sudut pandang orang yang melakukan pekerjaan. Rekaman ini memperlihatkan cara tangan menggunakan peralatan, menangani bahan, dan menghadapi situasi yang belum pernah ditemui.Pengembang robotika dapat menggunakan rekaman tersebut untuk mengajari mesin melakukan keterampilan fisik yang sulit dijelaskan hanya melalui instruksi tertulis.Namun, pengumpulan data baru merupakan salah satu tahap dalam proses otomatisasi. Robot tetap harus mampu bekerja secara andal dalam kondisi yang berubah-ubah.Yang pasti, sejauh ini tidak satu pun laporan yang bisa membuktikan para karyawan yang disuruh merekam selama kerja telah kehilangan pekerjaan karena diganti robot. Atau, apakah ini hanya bom waktu sampai akhirnya robot multitalenta lahir di dunia?