Petugas melayani nasabah yang ingin membeli Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOKementerian Keuangan (Kemenkeu) meraup dana sebesar Rp 20,65 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (27/10). Dalam lelang tersebut, pemerintah mencatat total penawaran yang masuk mencapai Rp 31,09 triliun, dengan tingkat kupon tertinggi sebesar 7,25 persen.Berdasarkan keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah melelang sembilan seri SUN yang terdiri dari instrumen Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi negara dengan berbagai tenor.Dari sembilan seri yang ditawarkan, pemerintah menetapkan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 20,65 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara.Seri FR0110 dan FR0112 mencatatkan tingkat kupon tertinggi, masing-masing sebesar 7,25 persen. FR0110 memiliki tanggal jatuh tempo 15 Mei 2032, sedangkan FR0112 jatuh tempo pada 15 Mei 2042.Sementara itu, seri FR0111 menawarkan kupon sebesar 7 persen dengan jatuh tempo pada 15 Maret 2037. Adapun FR0107 memiliki kupon 7,125 persen dan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.Sejumlah uang kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui angka 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFPUntuk seri FR0102 dan FR0105, pemerintah menetapkan kupon masing-masing sebesar 6,875 persen. Kedua seri tersebut memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Juli 2054 dan 15 Juli 2064.Pada kelompok SPN, pemerintah memenangkan penawaran sebesar Rp 1 triliun untuk seri SPN01261128 dan Rp 6,35 triliun untuk seri SPN12271014. Sementara itu, tidak terdapat nominal yang dimenangkan untuk seri SPN03270127.Adapun rincian nominal yang dimenangkan untuk seri obligasi negara lainnya meliputi Rp 6,75 triliun untuk FR0110, Rp 5,1 triliun untuk FR0111, Rp 550 miliar untuk FR0112, Rp 250 miliar untuk FR0107, Rp 300 miliar untuk FR0102, serta Rp 350 miliar untuk FR0105.Penyelesaian hasil lelang atau setelmen penerbitan SUN tersebut dijadwalkan pada 29 Oktober 2026.