ilustrasi Microsoft Copilot. Foto: Mojahid Mottakin/ShutterstockMicrosoft menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan, atau lebih dari seperempat tenaga kerjanya secara global. Langkah ini demi menekan biaya operasional sekaligus membantu mendanai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).Mengutip Bloomberg pada Rabu (28/10), program itu terbuka bagi karyawan di sejumlah divisi, termasuk tim pengalaman AI, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, serta Windows + Devices. Unit pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan tidak termasuk.Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, mengatakan program itu memberi pilihan bagi karyawan yang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan. “Penawaran ini memberikan pilihan baru bagi karyawan yang memenuhi syarat dan mungkin sedang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan untuk melakukan transisi sekarang dengan dukungan,” kata Coleman.Kantor pusat Microsoft France di Issy les Moulineaux dekat Paris. Foto: JeanLucIchard/ShutterstockSeperti perusahaan teknologi besar lainnya, Microsoft menggelontorkan investasi hingga ratusan miliar dolar AS untuk membangun pusat data AI dan membeli cip. Investor mempertanyakan apakah hasilnya nanti sepadan dengan biaya itu.Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal I setelah penutupan perdagangan Rabu (28/10). Perusahaan sebelumnya memperkirakan belanja modal mencapai USD 175 miliar sepanjang 2026. Saham Microsoft, yang naik sekitar 10 persen tahun ini, menguat sekitar 1 persen pada Senin (26/10).Logo Microsoft terlihat saat presentasi Xbox One di Shanghai pada 30 Juli 2014. Foto: Johannes Eisele/AFPilustrasi Microsoft Copilot. Foto: Tada Images/ShutterstockTawaran Mundur Bukan yang PertamaBerdasarkan laporan tahunan, Microsoft memiliki 223.000 karyawan penuh waktu di seluruh dunia per 30 Juni 2026. Tawaran untuk sekitar 60.000 orang itu setara lebih dari seperempat tenaga kerja global.Awal tahun ini, Microsoft juga menawarkan pengunduran diri sukarela kepada sekitar 7 persen tenaga kerja di AS, atau sekitar 9.000 karyawan. Pada Juli 2026, perusahaan mengumumkan pemangkasan 4.800 pekerjaan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja global.