Wamensos Agus Jabo Priyono dukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) saat Seminar Nasional PWI DIY secara daring di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. KemensosWakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional terhadap Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin.Wartawan Bernas tersebut dibunuh karena tulisan-tulisannya, yang mengkritik keras adanya dugaan transaksi jabatan, seorang petinggi militer dengan anggota keluarga penguasa Orde Baru pada 1996 lalu.Menurut Agus Jabo, perjuangan Udin dalam menyuarakan kebenaran melalui profesi jurnalistik dan memperjuangkan kebebasan pers memiliki kontribusi penting bagi bangsa dan negara."Saya mendukung siapa pun yang sudah berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, kepentingan rakyat Indonesia,” kata Agus Jabo dalam Seminar Nasional Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis (29/10/2026).Wamensos Agus Jabo Priyono dukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) saat Seminar Nasional PWI DIY secara daring di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. KemensosAgus Jabo menjelaskan bahwa pengusulan Pahlawan Nasional mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.Dalam beleid tersebut, pengusulan Pahlawan Nasional perlu memperhatikan tiga aspek, yakni personal, administrasi, dan prosedural. Ketiganya perlu dipenuhi agar proses pengusulan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.Agus Jabo menyampaikan bahwa PWI dapat mengajukan usulan melalui Pemerintah Kabupaten Bantul. Pemerintah daerah selanjutnya perlu membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk mengkaji riwayat hidup, jasa, dan perjuangan Udin. Hasil kajian diteruskan ke tingkat provinsi sebelum diajukan kepada Kementerian Sosial untuk diproses sesuai tahapan yang berlaku.Ia juga menyebut buku, kliping pemberitaan, dan bukti pendukung lainnya sebagai bahan yang dapat memperkuat pengusulan Udin.Selain pengusulan gelar pahlawan, Agus Jabo juga menyampaikan gagasan untuk mengabadikan nama Udin sebagai nama jalan atau gedung sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.Wamensos Agus Jabo Priyono dukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) saat Seminar Nasional PWI DIY secara daring di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. KemensosLebih lanjut Agus Jabo menjelaskan bahwa proses penganugerahan Pahlawan Nasional tahun 2026 telah selesai dan usulan yang diproses tahun ini telah berada di meja Presiden. Karena itu, ia mendorong agar pengusulan Udin dipersiapkan untuk tahun berikutnya dengan memulai proses sejak sekarang.“Jadi silakan diproses, teman-teman PWI, bekerja sama dengan tim yang ada di Bantul. Nanti saya tunggu di Kemensos setelah melalui proses di tingkat kabupaten dan provinsi,” katanya.Senada, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Bantul terhadap pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional di bidang jurnalistik. Menurutnya, perjalanan hidup dan pengabdian Udin merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Bantul yang patut dikenang.Abdul Halim menilai keberanian, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab Udin dalam menjalankan profesi wartawan merupakan nilai yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Perjuangan Udin dalam menyampaikan fakta secara jujur juga menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan pers di Indonesia.Ia menegaskan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional perlu didukung dokumentasi sejarah, kajian akademis, kesaksian sejarah, serta bukti autentik yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kabupaten Bantul, lanjutnya, siap mengikuti proses pengusulan sesuai mekanisme dan kewenangan pemerintah pusat.Wamensos Agus Jabo Priyono dukung penuh usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi wartawan Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) saat Seminar Nasional PWI DIY secara daring di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. Kemensos“Penghormatan tertinggi kita kepada almarhum Udin tidak hanya berhenti pada pengusulan gelar pahlawan semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui dukungan terhadap kemerdekaan pers dan perlindungan keselamatan bagi para wartawan,” katanya.Turut hadir dalam seminar tersebut Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua PWI DIY Hudono, serta narasumber Prof. Dr. Muhammad Najib Askar, Putut Wirjawan, Ahmad Subagio, dan Octo Lampito. Seminar juga diikuti para sejarawan, budayawan, akademisi, pelajar, tokoh agama, serta unsur instansi terkait.