Cerita Tukang Becak yang Ditabrak Mercy di Sumut: Kencang Kali, Korban Terjepit di Kolong Mobil

Wait 5 sec.

Mobil Mercedes GLC 300 yang tabrak pedagang mi balap serta sejumlah kendaraan, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Polrestabes MedanSeorang tukang becak bernama Suparman (68), alias Buyung, menceritakan detik-detik becaknya ditabrak mobil Mercedes-Benz GLC 300 di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (28/10) sekitar pukul 19.30 WIB.Suparman mengatakan, saat itu dirinya sedang duduk di median jalan. Sementara itu, becak miliknya terparkir di pinggir jalan, sekitar dua meter darinya.Ia kemudian melihat mobil Mercedes-Benz melaju kencang dari arah kompleks Mutiara Residence sebelum menabrak becaknya.“Pertamanya mobil itu kencang dari Mutiara Residence arah keluar. Becak saya pertama dilanggarnya,” ujar Suparman saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/10).Setelah menabrak becak, mobil tersebut menghantam pedagang mi balap beserta tiga orang pembeli yang berada di lokasi.“Setelah itu menabrak mi balap, kena lah yang bapak-bapak siap makan mi balap itu. Dibelokkannya itu kena mi balap. Jadi, setelah kena pedagang mi balap, terikutlah orang yang siap makan mi balap tadi,” kata Suparman.Menurut Suparman, salah seorang pembeli sedang duduk bermain ponsel setelah selesai makan ketika tertabrak hingga masuk ke kolong mobil. Pedagang mi balap yang merupakan pasangan suami istri juga terseret mobil hingga masuk ke parit.“Duduk dia main handphone. Korban di bawah kolong mobil itulah. Yang jual mi balap jatuh ke parit, suami istri sama yang meninggal (korban),” ucap Suparman.Suara benturan akibat tabrakan tersebut terdengar sangat keras hingga menarik perhatian warga sekitar.“Iya (kencang suara tabrakannya), sampai ke dalam rumah sakit kok suara tabrakannya. Orang becak yang dihantamnya duluan,” imbuh Suparman.Menurut dia, jika mobil tersebut tidak masuk ke parit, kendaraan itu kemungkinan akan menabrak tembok Rumah Sakit Haji Medan.“Kalau enggak berhenti, hantam ke rumah sakit langsung mobilnya,” katanya.Suparman mengaku sempat menahan warga yang emosi agar tidak melakukan pengeroyokan terhadap pengemudi mobil. Ia mengatakan, pengemudi tersebut langsung meminta maaf dan menyatakan bersedia bertanggung jawab.“Dia sebelum buka pintu dia 'minta maaf aku Pak, saya bertanggung jawab'. Tahu lah semut (warga) datang mengejar. Jangan kalian sentuh, kubilang. Kalau kalian sentuh, kalian berhadapan sama aku,” ucap Suparman.Setelah kejadian, warga berusaha membantu mengevakuasi para korban. Polisi kemudian datang ke lokasi. Suparman mengatakan, pengemudi Mercedes-Benz tersebut juga ikut membantu mengeluarkan korban yang terjebak di kolong mobil.“Dia ikut membantu mobil itu supaya keluar mayat di bawah kolong itu. Mobil itulah yang sempat dia ikut bantu ramai-ramai,” ucapnya.Suparman menuturkan, korban meninggal dunia saat itu sedang berada di rumah sakit karena anaknya yang berusia 13 tahun menjalani operasi telinga akibat infeksi bernanah. Istri korban menjaga anak mereka di rumah sakit, sedangkan korban keluar untuk membeli mi balap.“Istrinya di dalam, dia keluar beli makan. Anaknya operasi umur 13 tahun, operasi telinga bernanah,” ucap Suparman.Dalam kecelakaan tersebut, Suparman tidak mengalami luka karena sedang tidak duduk di becaknya. Namun, becak yang menjadi sumber penghasilannya itu rusak parah akibat ditabrak mobil.“Saya enggak ada (luka-luka). Karena saya jarang duduk di becak. Terbagi lima (rusak) becak aku,” ujarnya.Suparman mengatakan, pedagang mi balap tersebut biasanya berjualan setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB atau paling lambat pukul 22.00 WIB. Ia mengaku kerap membantu pedagang tersebut, termasuk ketika mengalami masalah listrik.“Jam 5 sore bukanya sampai jam 9 malam, jam 10 malam paling lambatnya. Biasanya perawat yang beli. Dia biasa jualan di situ 'Pak, listrikku kayak mana?' saya pasangkan listriknya. Saya kan orang listrik,” ucap Suparman.Enam Tahun Menarik Becak, Kini Rusak ParahSuparman menuturkan, becaknya hancur akibat ditabrak mobil Mercedes-Benz tersebut. Selama enam tahun, ia bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membangun sebagian rumahnya. Penghasilannya bisa mencapai Rp 200 ribu per hari.“6 tahun saya bawa becak. Becak ini kenangannya, separuh nih rumah ini (dibangun) duit dari dia,” imbuh Suparman.Suparman mengatakan, pengemudi mobil telah bersedia mengganti kerugian atas becaknya yang rusak.“Dia bertanggung jawab. Bapak mau beli baru?, kan enggak ada becak sekarang yang baru. Nah setahu bapak berapa harganya?, ya paling enggak ke mana Rp10 juta. Besok kita selesaikan, katanya. Cuma data-datanya sudah selesai semua,” ucap Suparman.Menurut Suparman, pengemudi mobil tersebut juga mengalami luka akibat benturan dengan setir. Ia menyebut pengemudi itu merupakan penghuni kompleks Mutiara Residence.“Dia pun luka kok, kena setir itu batuk darah. Si pengemudi dia di rumah sakit luar (dirawatnya),” ucap Suparman.“Iya, di perumahan itu (tinggalnya),” sambungnya.Sebelumnya, mobil Mercedes-Benz GLC 300 berwarna putih dengan nomor polisi BK 23 YH menabrak pedagang, pembeli mi balap, dan sebuah becak di Jalan Rumah Sakit Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (28/10) sekitar pukul 19.30 WIB.Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.