Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKetua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko mengatakan efek domino yang dirasakan apabila adopsi kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) di dalam negeri semakin besar.Beberapa di antaranya selain dampak positif bagi lingkungan dan penghematan kantong pribadi, juga disebutkan memiliki efek signifikan terhadap penghematan anggaran subsidi negara di sektor kesehatan."Lingkungan kita menjadi bersih, sehingga kita mewariskan kepada anak-anak cucu kita untuk menghirup udara yang segar. Di balik itu, ternyata dengan masyarakat yang sehat, biaya BPJS menjadi berkurang. Sehingga kocek pemerintah untuk memberikan subsidi kepada BPJS berkurang," kata Moeldoko saat konferensi pers Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Kemayoran, Jakarta (29/10).Selain efek positif pada sektor kesehatan publik, efisiensi operasional harian yang dirasakan langsung oleh pemilik kendaraan listrik juga terbilang sangat masif. Penghematan biaya energi ini secara otomatis menambah daya beli serta alokasi kebutuhan rumah tangga masyarakat.Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mencoba motor listrik saat berlangsung Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/7). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A"Biasanya yang menggunakan mobil biasa ICE (Internal Combustion Engine) atau konvensional mungkin membayar satu bulan itu Rp 6 juta, Rp 7 juta, sampai Rp 8 juta. Tetapi dengan menggunakan EV, hanya membayar sekitar Rp 800 ribu. Sisanya bisa untuk membangun yang lain di rumah tangga itu, bisa untuk meningkatkan pendidikan dan seterusnya," ucap Moeldoko.Dampak sistemik berikutnya yang tidak kalah krusial adalah pengurangan alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditanggung oleh kas negara. Peralihan masif ke kendaraan listrik dipercaya menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional."Siapapun yang menggunakan EV itu, dia berkontribusi untuk mengurangi subsidi BBM pemerintah. Sekarang ini Rp 264 triliun pemerintah harus mensubsidi di sektor BBM. Kalau semua menggunakan EV kita membantu strategi pemerintah untuk menekan inflasi. Untuk itu saya selalu tegaskan, pemerintah jangan ragu-ragu untuk memberikan subsidi," sebut Moeldoko.Pameran kendaraan listrik PEVS 2026 dibukaSeremoni pembukaan pameran otomotif Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Kemayoran, Jakarta (29/10/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanPameran industri dan komponen otomotif PEVS 2026 resmi dibuka pada Kamis, 29 Oktober hingga Minggu, 1 November mendatang. melanjutkan konsep B2B (antarpelaku usaha), B2C (ke konsumen), dan B2G (ke pemerintah).Helatan yang dibuka untuk umum dan gratis ini diramaikan oleh sejumlah jenama meliputi BAIC, BYD, Chery, Danza, DFSK, MAB, MG, Polytron, dan Wuling. Lalu ada Alva, Honda, Indomobil, Polytron, Selis, dan United. Berbagai merek industri pendukung lainnya turut hadir dalam ajang tersebut.Moeldoko mengatakan bahwa PEVS 2026 masih relevan dengan perkembangan industri otomotif nasional dan menjadi bagian dari cita-cita pemerintah menuju net zero emission (NZE). Indonesia disebutnya dalam momentum yang tepat. "Jadi kalau saya melihat, ini sebuah transformasi besar sebenarnya dalam konteks industri ya, dimulai dari ide, konsep, sampai dengan teknologinya. Tetapi juga membawa dampak yang luar biasa dalam konteks transformasi energi," paparnya.