Karya Mahasiswa DKV STSRD VISI Jogja Dongkrak Pendapatan Desa Wisata

Wait 5 sec.

Ketua STSRD VISI, Wahju Tri Widadijo, saat ditemui di sela wisuda STSRD VISI, Sabtu (24/10). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK.Mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain (STSRD) Visi Indonesia turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi desa wisata melalui penerapan ilmu Desain Komunikasi Visual (DKV). Pendampingan dilakukan melalui pembuatan identitas visual, video promosi, hingga pemasaran digital di sejumlah desa wisata di berbagai wilayah di Indonesia.Ketua STSRD VISI, Wahju Tri Widadijo, menjelaskan bahwa mahasiswa diterjunkan langsung ke desa wisata melalui program live in untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi melalui pendekatan ilmu yang dipelajari.“Mereka kita tempatkan di sana selama satu bulan, kemudian mengamati dan menganalisis permasalahan yang ada di beberapa desa wisata. Kemudian mencoba menyelesaikannya dengan pendekatan ilmu DKV. Dari testimoni masyarakat di sana, itu memang membawa dampak,” ujar Wahju saat ditemui tim Pandangan Jogja di wisuda STSRD VISI Sabtu (24/10).Kepala Desa Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Murlawa. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK.Salah satu desa yang mendapat pendampingan adalah Desa Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang memiliki potensi wisata pantai pasir putih dan budaya pembuatan perahu pinisi. Kepala Desa Bira, Murlawa, mengatakan pemerintah desa secara khusus mengajukan permohonan kerja sama kepada STSRD VISI untuk membantu memperkenalkan potensi wisata daerahnya.“Dengan tujuan tadi bagaimana desa kami bisa divisualisasikan, bisa dikomunikasikan sehingga menjadi desa yang bisa terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia,” ujar Murlawa.Sebelumnya, Desa Bira telah menerima mahasiswa KKN dari berbagai perguruan tinggi. Namun, pemerintah desa masih membutuhkan pendampingan khusus untuk mengembangkan komunikasi visual dan promosi wisata secara lebih terukur.Logo Desa Wisata Bira yang dirancang mahasiswa DKV STSRD VISI sebagai branding desa. Foto: Dok.Istimewa. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa STSRD VISI membuat berbagai materi komunikasi visual, mulai dari video pendek untuk media sosial, papan informasi wisata, hingga materi edukasi mengenai kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah di kawasan pantai.Berdasarkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2025 yang dipublikasikan melalui laman resmi Pemerintah Desa Bira, realisasi pendapatan asli desa dari kategori usaha desa tercatat sebesar Rp62,1 juta pada 2025.Sementara itu, Murlawa menyebut pendapatan asli desa telah mencapai Rp1,1 miliar dalam periode Desember 2025 hingga 2026. Pendapatan tersebut dicatat seiring pengembangan sektor pariwisata, termasuk penguatan promosi melalui karya mahasiswa STSRD VISI dan penerapan peraturan desa mengenai pungutan wisata.“Kalau terus terang kami sampaikan, untuk per saat ini sebagai dampak yang luar biasa sejak Desember itu ya, sejak Desember 25 itu kami sudah menghasilkan sebuah namanya pendapatan asli desa 1,1 miliar,” kata Murlawa.Lurah Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Didik Rubiyanto. Foto: Pandanagn Jogja/Danang BK. Pendampingan serupa juga dilakukan STSRD VISI di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul. Selama tiga tahun bekerja sama, mahasiswa membantu pengembangan branding wisata edukasi yang mencakup pertanian, budaya, kerajinan, dan UMKM.Lurah Bendung, Didik Rubiyanto, menjelaskan bahwa mahasiswa terlibat dalam pembaruan logo desa wisata, desain brosur, penyusunan paket wisata, hingga peningkatan kemampuan kelompok sadar wisata dalam membuat konten promosi.“Pertama, membuat desain, desain logo desa wisata, kemudian paket wisata. Maka, desain-desain yang menarik-menarik inilah yang menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Didik.Menurut Didik, pengembangan wisata tersebut turut diikuti peningkatan pendapatan desa. Pendapatan yang sebelumnya sekitar Rp15 juta per tahun disebut mencapai sekitar Rp350 juta pada 2026. Desa wisata Bendung juga menjalin kerja sama dengan agen perjalanan untuk menjangkau wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.