Barcelona FC Foto: David Ramos/Getty ImagesFederasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol menjatuhkan sanksi denda sebesar 602 euro kepada Barcelona atas dugaan pelanggaran aturan transfer penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez. Menurut laporan Mundo Deportivo via Goal, sanksi finansial tersebut diberikan setelah klub asal Catalan itu dilaporkan melakukan pendekatan tanpa izin resmi kepada sang pemain.Keputusan ini sekaligus mengakhiri penyelidikan disiplin luar biasa yang dibuka oleh otoritas sepak bola Spanyol sejak akhir Juli lalu. Pihak FIFA sendiri menolak untuk menangani kasus ini karena tidak memiliki yurisdiksi atas perselisihan antara dua klub yang berada dalam satu federasi nasional yang sama.Pelanggaran Kode Disiplin dan Potensi Sanksi RinganHukuman tersebut ditetapkan berdasarkan Pasal 133 dalam kode disiplin federasi Spanyol yang mengatur tentang pelanggaran instruksi serta kewajiban organisasi. Aturan ini membatasi sanksi denda untuk pelanggaran ringan hingga maksimal 602 euro saja.Meskipun pasal tersebut juga membuka peluang sanksi lain seperti larangan beraktivitas hingga penutupan stadion untuk satu pertandingan, komite disiplin memilih sanksi finansial minimal. Surat kabar Mundo Deportivo bahkan menggambarkan sanksi ini sebagai “denda sepele sebesar 602 euro” yang mengakhiri investigasi panjang tersebut.Duduk Perkara Keluhan Resmi Atletico MadridPerselisihan ini bermula ketika Barcelona menunjukkan minat terbuka untuk mendatangkan Julian Alvarez yang masih terikat kontrak bersama Atletico Madrid hingga Juni 2030 dengan release clause sebesar 500 juta euro. Klub ibu kota tersebut menuduh Barcelona telah menghubungi perwakilan pemain secara ilegal di luar periode negosiasi yang diizinkan.Berdasarkan regulasi kompetisi di Spanyol, setiap klub yang berniat merekrut pemain berstatus kontrak wajib memberikan pemberitahuan tertulis kepada klub pemilik sebelum membuka pembicaraan. Presiden Barcelona Joan Laporta secara terbuka sempat menyatakan keinginan pelatih Hansi Flick untuk memboyong penyerang asal Argentina itu ke Camp Nou.Manajemen Atletico Madrid merasa keberatan dengan manuver tersebut dan menganggap adanya kampanye ofensif yang menargetkan pemain bintang mereka. Pihak klub secara resmi mengajukan pengaduan ke federasi pada akhir Juni setelah menegaskan tidak akan menjual sang pemain dengan harga berapa pun.Pengulangan Kasus Antoine Griezmann Pada Tahun 2019Sengketa seperti ini bukan pertama kalinya terjadi dalam hubungan transfer antara kedua klub raksasa Liga Spanyol tersebut. Pada musim panas 2019, Atletico Madrid juga pernah melaporkan Barcelona atas tuduhan negosiasi ilegal saat memboyong penyerang Prancis Antoine Griezmann.Dalam kasus Antoine Griezmann kala itu, Barcelona hanya dijatuhi hukuman denda yang jauh lebih kecil yaitu sebesar 300 euro. Usulan untuk menutup stadion Camp Nou selama satu pertandingan juga ditolak oleh federasi Spanyol.Kemiripan kedua kasus ini menunjukkan jarak yang lebar antara besarnya sengketa di lapangan dengan sanksi finansial yang dijatuhkan. Meskipun Atletico Madrid berulang kali menuntut keadilan atas pelanggaran aturan transfer, otoritas sepak bola tetap konsisten memberikan sanksi yang tergolong ringan.