Komisi Pemilu Israel Tolak Permintaan Netanyahu Perpanjang Waktu Pencoblosan

Wait 5 sec.

Seorang pria memberikan suaranya saat pemilihan parlemen Israel, di sebuah TPS di Tel Aviv, Israel Selasa (17/9/2019). Foto: REUTERS/Corinna KernKomite Pemilihan Umum Pusat Israel menolak permintaan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memperpanjang waktu pemungutan suara dalam pemilu pada Selasa (27/10).Dikutip dari AFP, Rabu (28/10), komisi menyatakan tingginya partisipasi pemilih di berbagai lapisan masyarakat menunjukkan keterlibatan publik yang kuat dalam proses demokrasi. Karena itu, komisi menilai tidak ada kebutuhan untuk memperpanjang jam pemungutan suara.“Partisipasi pemilih yang tinggi secara nasional dari seluruh lapisan masyarakat mencerminkan keterlibatan publik yang kuat dalam proses demokrasi, dan tidak ditemukan kebutuhan untuk memperpanjang jam pemungutan suara,” demikian pernyataan komisi tersebut.Sebelumnya, Partai Likud mengajukan permintaan agar waktu pemungutan suara diperpanjang melewati pukul 22.00 waktu setempat. Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot, pesaing utama Netanyahu dalam pemilu tersebut, menentang permintaan itu.Yashar menilai tidak ada kejadian luar biasa yang dapat menjadi dasar untuk memperpanjang waktu pemungutan suara. Partai tersebut juga menuding permintaan Likud berpotensi menjadi dasar untuk mempersoalkan integritas pemilu di kemudian hari.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-81, Kamis (24/9). Foto: AFPPemilu Pertama Sejak Serangan Hamas 2023Pemilu kali ini menjadi pemilihan umum nasional pertama Israel sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan memicu perang di Gaza yang berlangsung selama bertahun-tahun.Dikutip dari AFP, pemilu ini menjadi ujian bagi Netanyahu, yang telah menjabat sebagai perdana menteri selama lebih dari 19 tahun secara keseluruhan. Pemilih menentukan apakah ia akan tetap memimpin Israel di tengah konflik regional, perpecahan politik dalam negeri, dan kritik atas kegagalan keamanan pada 7 Oktober 2023.Netanyahu menghadapi Gadi Eisenkot, mantan kepala Panglima Angkatan Bersenjata Israel yang kini memimpin Partai Yashar. Eisenkot berjanji membentuk komisi penyelidikan negara yang independen untuk mengusut kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas terjadi. Pemerintahan Netanyahu selama ini menolak pembentukan komisi tersebut.Menurut laporan Reuters, tingkat partisipasi pemilih mencapai 66,7% pada pukul 18.00 waktu setempat, menjadi rekor pada jam tersebut. Saat itu, masih ada empat jam sebelum jadwal penutupan tempat pemungutan suara.Tingginya partisipasi pemilih juga membuat suara warga Arab Israel menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam persaingan politik. Warga Arab mencakup sekitar seperlima populasi Israel dan berpotensi memengaruhi pembentukan pemerintahan berikutnya.Israel memiliki parlemen atau Knesset yang terdiri dari 120 kursi. Untuk membentuk pemerintahan mayoritas, sebuah koalisi membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen.AFP melaporkan tidak ada satu partai pun yang diperkirakan dapat meraih mayoritas secara mandiri. Karena itu, hasil pemilu akan menentukan proses negosiasi koalisi yang dapat berlangsung selama beberapa pekan atau bahkan berbulan-bulan.