Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam agenda Pertemuan Nasional Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut jumlah kabupaten/kota dengan kualitas udara kategori hitam atau memiliki Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 300 mengalami penurunan. Dari sebelumnya 50 kabupaten/kota, kini tersisa sekitar 14 daerah.Budi menerangkan, penurunan tersebut sempat terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah terdampak polusi udara. Menurut dia, hujan membantu menurunkan partikel pencemar di udara.“Jadi waktu pertama kali kita mulai tuh dari 81 kabupaten/kota yang terdampak, 50 tuh hitam. Hitam tuh di atas 300 ya ISPU-nya,” terang Budi saat ditemui wartawan usai menghadiri Pertemuan Nasional Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Jakarta Utara, Jumat (30/10).Ia menjelaskan, jumlah daerah dengan ISPU kategori hitam sempat turun menjadi kurang dari 10 kabupaten/kota setelah hujan lebat. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir, jumlahnya kembali meningkat menjadi sekitar 14 daerah.“Nah, sekarang saya lihat terakhir sempat di bawah 10 karena hujan lebat, ya. Dengan hujan lebat itu kan partikel-partikelnya turun ke bawah, ke bawah air. Sekarang tadi pagi saya lihat agak naik sedikit, tapi masih di bawah 20 kabupaten/kota, mungkin sekitar 14-an yang masih hitam,” jelas Budi.Dia mengatakan, wilayah yang masih terdampak polusi udara itu tersebar di tujuh provinsi.Ilustrasi hujan deras. Foto: Shutterstock“Itu di tujuh provinsi, ya. Tujuh provinsi, empat di Kalimantan, tiga di Sumatera,” rincinya.Sementara terkait penanganan polusi udara, Budi menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama pemerintah telah menyalurkan masker, terutama jenis N95, kepada masyarakat di wilayah terdampak.“Nah, Kementerian Kesehatan sama pemerintah waktu itu menanganinya kirim masker dulu, ya. Kirim masker terutama yang N95 sudah ada satu jutaan, kita kirim lagi nih sekitar satu jutaan lagi,” tutur Budi.Selain penyaluran masker, pemerintah juga memastikan ketersediaan layanan oksigen bagi masyarakat.Kata Budi, penyediaan layanan tersebut turut disediakan oleh pemerintah daerah untuk membantu warga di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi.“Dan juga memastikan ada layanan oksigen karena kalau polusinya tinggi kan saturasi turun. Jadi rumah-rumah oksigen sudah banyak juga dibikin oleh teman-teman dari pemda dan kita,” pungkasnya.