Guru Besar UI Soroti Dampak Ekonomi dan Sosial dari Konser Andrea Bocelli

Wait 5 sec.

Andrea Bocelli. Foto: Getty Images/Anthony DevlinGuru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Rhenald Kasali mengatakan pelaksanaan konser tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang besar, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.Rhenald menjelaskan bahwa konser di Indonesia menciptakan fenomena yang disebut experience economy. Dalam fenomena ini, penonton tidak hanya ingin menikmati pertunjukan musik, tetapi juga merasakan pengalaman berwisata di Indonesia.Hal tersebut terlihat dari sejumlah konten media sosial yang diunggah penonton konser berkewarganegaraan asing. Mereka tidak hanya membagikan pengalaman menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat dan berbagai tempat menarik di Indonesia.Menurut Rhenald, konten-konten tersebut secara tidak langsung turut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia."Kemudian mereka juga buat konten sebarin ternyata Indonesia seperti apa, kafenya bagaimana, transportasinya bagaimana, masyarakat, para pedagangnya, semua kebahagiaan dapat cerita di dunia internasional," ujar Rhenald dikutip dari akun Instagram @rhenald.kasali, Jumat (30/10).Ia menjelaskan bahwa experience economy merupakan dampak yang lazim muncul dari aktivitas yang berkaitan dengan kegemaran seseorang. Penikmat musik, misalnya, tetap tertarik menonton konser musisi idolanya meskipun dapat menikmati karya-karya mereka melalui platform digital.Hal serupa juga terjadi pada pegiat lari yang bersedia mengikuti kompetisi maraton meskipun sebenarnya dapat berlari sendiri."Orang pengin experience, pengin get the feeling, pengin involved," jelas dia.Menurut Rhenald, dampak serupa diperkirakan muncul dari konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.Ia mengatakan konser Andrea dapat membantu mempromosikan pariwisata Candi Borobudur. Menurutnya, penyelenggaraan pertunjukan seni di situs bersejarah juga lazim dilakukan di sejumlah negara untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali. Foto: Dok. Pribadi"Misalnya saja di Italia, itu banyak tempat-tempat yang bersejarah dilakukan (pertunjukan seni). Di Yunani, di Acropolis," tambah dia.Rhenald juga menyoroti kontroversi yang sempat muncul terkait rencana konser Andrea di Indonesia. Oleh karena itu, ia menilai penyelenggaraan konser Andrea di Indonesia perlu menghadirkan nilai bersama (shared value) yang adil dan dapat dirasakan oleh semua pihak.Dengan demikian, Indonesia tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dan promosi pariwisata dari konser musisi global, sementara aspirasi masyarakat juga mendapat perhatian."Panitia (konser) saya dengar juga akan membagikan sepatu untuk anak-anak Palestina, that is good. Lalu ada lampion di mana orang bisa menaruh harapan-harapannya di sana. Ini akan baik. Dan dampaknya adalah bukan hanya penonton kita, tapi juga penonton dari negara lain," kata dia.Penyelenggara konser yaitu Shoemaker Live juga menggalang donasi untuk anak-anak yang terdampak perang di Palestina dan wilayah lainnya baik untuk para pembeli tiket dan yang tidak menonton.Rhenald menegaskan bahwa penyelenggaraan konser di Indonesia harus menjadi kesempatan yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak."Inilah satu dampak ekonomi dari sebuah pertunjukan. Bahwa memang ada yang harus didengarkan, tetapi juga harus kita lihat dampak ekonominya," ujar dia.