Paus berukuran 22 meter mati terdampar di kawasan mangrove Kepulauan Aru. Foto: Dok. IstimewaBangkai paus berukuran raksasa ditemukan terdampar di kawasan pesisir hutan mangrove Desa Ponom, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Minggu (26/10).Paus ini diperkirakan berukuran mencapai 22 meter. Bangkai mamalia laut tersebut terlihat tergeletak di atas lumpur kawasan mangrove dengan kondisi tubuh sudah membusuk dan sebagian kulitnya mengelupas. Sampai hari ini, Sabtu (31/10) bangkai paus ini masih berada di lokasi. Penemuan ini mengejutkan warga setempat. Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung bangkai paus yang terjebak di antara kawasan akar mangrove tersebut.Paus berukuran 22 meter mati terdampar di kawasan mangrove Kepulauan Aru. Foto: Dok. IstimewaInformasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan, paus diduga terbawa arus pasang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Mamalia laut itu kemudian masuk ke perairan dangkal Ponom dan terjebak di kawasan mangrove hingga tidak bisa kembali ke laut lepas.Namun, penyebab sebenarnya masih belum diketahui.Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jenis paus tersebut. Begitu pula penyebab kematiannya, termasuk apakah paus sudah mati sebelum terdampar atau meninggal setelah terjebak di perairan dangkal.Paus berukuran 22 meter mati terdampar di kawasan mangrove Kepulauan Aru. Foto: Dok. IstimewaBelum adanya pemeriksaan dari instansi berwenang membuat kondisi dan penyebab kematian mamalia laut tersebut belum dapat dipastikan.Informasi yang diterima menyebutkan, warga belum melaporkan penemuan itu kepada Pemerintah Desa Ponom, Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru maupun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).Penanganan segera diperlukan untuk memastikan identitas paus sekaligus mengetahui penyebab kematian dan terdamparnya mamalia laut tersebut.