Bahlil Mulai Kaji Pembangunan PLTN di Batam hingga Halmahera

Wait 5 sec.

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (26/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanPemerintah tengah mengkaji sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Beberapa daerah yang masuk pertimbangan antara lain Batam di Kepulauan Riau, Halmahera, Kalimantan, dan Sumatera.Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, penentuan lokasi PLTN masih dalam tahap kajian. Pemerintah akan mempertimbangkan kelayakan setiap wilayah sebelum menetapkan lokasi pembangunan."Untuk nuklir lokasi yang masih dalam studi antara lain di Kepri, tepatnya di Batam, untuk mendorong ketahanan energi kita. Ini semua masih dalam tahap perhitungan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (26/10).Menurutnya, pemerintah belum menentukan lokasi final sebelum proses studi kelayakan atau feasibility study (FS) selesai. Hasil kajian akan menjadi dasar untuk menentukan apakah rencana pembangunan PLTN dapat dilanjutkan."Kita kaji dulu dan sedang kita pertimbangkan. Kalau sudah lolos FS-nya, baru kita eksekusi," lanjut Bahlil.Dalam pengembangan proyek ini, pemerintah juga membuka opsi kerja sama dengan negara yang memiliki teknologi nuklir serta pengalaman dalam pengoperasian PLTN. Namun, Bahlil belum mengungkap negara yang berpotensi menjadi mitra Indonesia.