Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. KemensosMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan perkembangan penanganan dugaan bullying terhadap siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember, Jawa Timur. Ia mengatakan siswa yang sempat mengalami syok kini sudah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.Gus Ipul mengatakan, Kemensos masih mendampingi siswa dan orang tuanya. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kondisi anak serta keluarga tetap terpantau setelah dugaan penganiayaan tersebut.“Jadi kita terus dampingi orang tua dan siswanya ya, alhamdulillah. Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi,” kata Gus Ipul saat menghadiri Kongres Nasional XVI Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10).Siswa Sempat Syok, Kemensos Dampingi Orang TuaIlustrasi perundungan atau bullying. Foto: TOP-STOCKER/ShutterstockGus Ipul menjelaskan, siswa tersebut sempat mengalami syok atau kaget setelah peristiwa dugaan kekerasan. Karena itu, pihaknya memberikan waktu kepada anak untuk menenangkan diri sebelum kembali bersekolah.“Waktu itu sempat katakanlah mungkin syok ya, atau masih apa? Kaget atau apa, ya. Dia sempat kita beri kesempatan untuk rileks dulu. Nah, sekarang alhamdulillah sudah ikut sekolah,” ujarnya.Selain mendampingi siswa, Kemensos juga terus berkomunikasi dengan orang tua korban. Gus Ipul menyebut pihaknya mengajak keluarga berdiskusi untuk mencari solusi terbaik atas peristiwa tersebut.“Nah orang tuanya juga kita dampingi, kita ajak diskusi terus,” kata dia.Gus Ipul menambahkan, Kemensos telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Pertahanan (Unhan) untuk membahas persoalan tersebut. Ia berharap peristiwa itu menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.“Nah kita juga bicara dengan pimpinan Universitas Pertahanan, ya. Kita cari solusi yang terbaik dan tentu yang paling penting ini menjadi pelajaran untuk tidak terulang lagi,” ujarnya.Gus Ipul Harap Pengabdian Kadet Unhan Tetap BerlanjutMeski terjadi dugaan kekerasan, Gus Ipul menilai program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat secara umum telah berjalan dengan baik. Ia berharap kegiatan tersebut tetap dapat dilanjutkan pada tahun depan.“Saya ingin sampaikan secara umum telah berjalan dengan baik. Saya ingin tegaskan ini bahwa secara umum berjalan dengan baik dan saya berharap tahun depan kita bisa teruskan lagi, ya, kegiatan pengabdian dari Kadet Unhan ini di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.Menurutnya, keberadaan kadet Unhan memberikan manfaat, terutama dalam membantu penguatan kedisiplinan siswa. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap kejadian, sekecil apa pun, tetap harus menjadi perhatian dan bahan evaluasi.“Karena manfaatnya besar sekali, terutama dalam penguatan kedisiplinan siswa. Jadi saya ingin ini benar-benar bisa menjadi pelajaran bersama kita, dan tentu sekecil apa pun perlu mendapatkan perhatian kita,” tuturnya.Gus Ipul mengatakan, pemerintah akan mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.“Kita ambil hikmahnya, dan kita lakukan mitigasi ke depan lebih kuat lagi, dan tidak terjadi lagi, ya,” pungkasnya.Cak Imin Minta Pembina Tak Generalisasi Kemampuan SiswaMenteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam agenda Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanSebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta para pembina Sekolah Rakyat tidak menyamaratakan kemampuan siswa. Ia menegaskan setiap anak memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan maupun pembinaan harus disesuaikan.“Saya meminta kepada semua yang terlibat di dalam pengelolaan Sekolah Rakyat supaya mengubah cara pandang,” kata Cak Imin usai menghadiri Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).Cak Imin menilai kemampuan siswa tidak bisa diukur hanya dari satu aspek, seperti keterampilan baris-berbaris. Menurutnya, pembina perlu mengenali kelebihan dan kekurangan masing-masing anak.“Peserta didik di Sekolah Rakyat tidak bisa digeneralisasi. Baris-berbaris tidak bisa jadi ukuran. Ukurannya adalah spesifikasi. Anak memiliki titik lemah tertentu, tetapi memiliki titik kelebihan tertentu,” ujarnya.Ia mencontohkan, siswa yang kurang unggul dalam baris-berbaris bisa saja memiliki kemampuan di bidang seni atau teknologi. Sementara itu, siswa dengan kemampuan akademik yang baik dapat diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.“Ada juga yang akademisnya sangat bagus, maka dia kita siapkan masuk perguruan tinggi. Bisa kuliah,” kata dia.Karena itu, Cak Imin kembali meminta para pembina memahami karakteristik setiap siswa dan tidak menjadikan satu kemampuan sebagai ukuran untuk menilai seluruh peserta didik.“Sehingga saya sekali lagi minta kepada seluruh pembina Sekolah Rakyat, kalian adalah pengelola Sekolah Rakyat dengan spesifikasi yang sangat berbeda-beda. Tidak bisa digeneralisasi,” tegas Cak Imin.