Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dari seluruh Indonesia beserta sekitar 400 Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 31 Oktober 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetPresiden Prabowo Subianto menerima ratusan orang di kediaman pribadinya di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10) sore. Ratusan orang itu merupakan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI)."Sabtu sore, Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dari seluruh Indonesia beserta sekitar 400 Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang," demikian keterangan unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Minggu (1/11).Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dari seluruh Indonesia beserta sekitar 400 Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 31 Oktober 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetP3MDI merupakan program yang dijalankan oleh Universitas Republik Indonesia (URI). Program ini diharapkan bisa menciptakan pemimpin untuk masa depan.Pertemuan itu diawali laporan Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, yang menyampaikan sejumlah hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN 2026. Salah satunya terkait investasi di dalam negeri."Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp 2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional," tulis keterangan tersebut.Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dari seluruh Indonesia beserta sekitar 400 Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 31 Oktober 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetSelain itu, turut dilaporkan juga terkait investasi domestik. Termasuk soal pengembangan energi terbarukan."Investasi domestik, termasuk keterlibatan pengusaha kelas menengah, turut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global," ungkapnya."Dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri masa depan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal," lanjutnya.