Ilustrasi sapi brahman. Foto: Nukoon/ShutterstockPemerintah mulai menyiapkan pengadaan hingga 1 juta ekor sapi impor yang ditargetkan terealisasi secara bertahap dalam tiga tahun, mulai 2027 hingga 2029. Sejumlah negara seperti Australia, Brasil, dan Meksiko masuk dalam daftar calon pemasok sapi untuk mendukung program tersebut.Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, rencana impor sapi tersebut masih dalam tahap penyusunan konsep oleh Kementerian Pertanian. Namun, langkah itu merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mendukung pencapaian target swasembada susu.“Kita nanti 2027 insyaallah, ya, ini masih konsep dari Kementerian Pertanian, tapi ini juga perintah dari Bapak Presiden, kita mungkin akan impor sapi dulu,” kata Saleh dalam agenda Rembuk Nasional Pemuda Indonesia di Jakarta Selatan, Sabtu (31/10).Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa di Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparanPada tahap awal, pemerintah menargetkan impor sebanyak 100 ribu ekor sapi pada 2027. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 juta ekor pada 2029.“100 ribu dulu, nanti targetnya 1 juta,” jelas Saleh.Untuk mendukung rencana tersebut, Kementan mulai meninjau kesiapan peternakan di sejumlah daerah, salah satunya Magelang, Jawa Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan infrastruktur peternakan memadai sekaligus memberikan pembinaan kepada para peternak.Saleh menilai, kesiapan fasilitas dan sumber daya peternak menjadi hal penting sebelum sapi impor didatangkan. Dengan begitu, proses pemeliharaan sapi dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah disiapkan pemerintah.“Saya melihat infrastruktur yang ada di Magelang, khususnya peternak susu. Mereka sudah mulai kita lakukan pembinaan untuk siap-siap. Sehingga begitu datang sapinya, secara mekanisme itu bisa kita lakukan,” pungkasnya.