Singapura Bakal Impor Listrik 1,3 GW dari Vietnam, Dikirim Lewat Malaysia Mulai 2035

Wait 5 sec.

Ilustrasi Singapura. Foto: Jack Hong/ShutterstockSingapura berencana mengimpor listrik sebesar 1,3 gigawatt (GW) dari Vietnam. Nantinya, impor tersebut akan dilakukan via Malaysia.Dikutip dari laman resmi Energy Market Authority (EMA), saat ini EMA juga sudah memberi persetujuan bersyarat kepada salah satu perusahaan Singapura untuk melakukan impor tersebut.“Energy Market Authority (EMA) Singapura telah memberikan persetujuan bersyarat (Conditional Approval) kepada Sembcorp Utilities Pte Ltd (SCU) untuk mengimpor listrik dengan total kapasitas 1,3 gigawatt (GW) ke Singapura,” tulis keterangan EMA dikutip Minggu (1/11).Dalam skema impor itu, Sembcorp Utilities bekerja sama dengan mitra konsorsiumnya MY Energy Consortium (MYEC) yang terdiri dari Petronas, Tenaga Nasional Berhad (TNB) milik Malaysia, dan PetroVietnam Technical Services Corporation (PTSC) milik Vietnam.Nantinya, listrik yang diperoleh Singapura merupakan listrik hijau atau listrik rendah karbon yang berasal dari tenaga angin lepas pantai dari Vietnam dan tenaga surya dari Malaysia.Kerja sama tersebut sebenarnya juga bukanlah hal baru. Pada Mei 2025 lalu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, SCU, MYEC, dan PTSC telah menandatangani Joint Development Agreement (JDA)Terkait waktu, Sembcorp Utilities menargetkan impor listrik dari proyek tersebut dapat dimulai pada 2035.Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Singapura bernama Sembcorp Tengeh Floating Solar Farm. Foto: Dok. Sembcorp Tengah Floating Solar Farm“Dalam beberapa tahun ke depan, konsorsium akan melanjutkan pengembangan proyek, termasuk memperoleh seluruh persetujuan yang diperlukan dari otoritas terkait di masing-masing negara, menyelesaikan Power Purchase Agreement (PPA) dengan pembeli, serta mengamankan pendanaan yang mencukupi,” tulis keterangan EMA.EMA juga menjelaskan impor listrik hijau atau listrik rendah karbon merupakan bagian penting dari strategi Singapura untuk mengurangi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan.Hingga saat ini, EMA telah memberikan persetujuan bersyarat dan lisensi bersyarat kepada sejumlah proyek impor listrik dari Australia, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.“EMA akan terus menjalin komunikasi dengan perusahaan yang memiliki proposal proyek yang kredibel dan layak secara komersial serta dapat berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon di sektor ketenagalistrikan Singapura,” tulis EMA.