Dokter Anak: Bell's Palsy Bisa Menyerang Bayi dan Anak, Ini Gejalanya

Wait 5 sec.

Ilustrasi bell's palsy. Foto: evan_huang/ShutterstockMoms, pernah melihat wajah seseorang tiba-tiba tampak mencong atau tidak simetris? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda Bell’s palsy, yaitu gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah melemah atau sulit digerakkan. Meski lebih sering ditemukan pada orang dewasa, Bell’s palsy ternyata juga bisa dialami bayi dan anak-anak. Namun, kasusnya tergolong sangat jarang, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun.Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa Bell’s palsy memang bisa terjadi pada bayi dan balita. Meski begitu, jika bayi tiba-tiba mengalami kelumpuhan wajah, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya."Bell’s palsy adalah kondisi ketika saraf wajah mengalami gangguan sehingga salah satu sisi wajah tampak lemah atau sulit digerakkan," jelas dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Sabtu (31/10).Sebab, tidak semua kondisi wajah anak yang tiba-tiba terlihat mencong atau tidak simetris disebabkan oleh Bell’s palsy.Penyebab Bell’s Palsy pada AnakIlustrasi Ibu menemani anak sakit. Foto: ShutterstockHingga kini, penyebab pasti Bell’s palsy sering kali belum diketahui. Namun, infeksi virus diduga menjadi salah satu faktor yang dapat memicunya, salah satunya virus herpes simpleks.Infeksi tersebut dapat memicu peradangan dan pembengkakan pada saraf wajah sehingga gerakan otot wajah terganggu. Meski begitu, tidak semua kasus Bell’s palsy bisa dipastikan disebabkan oleh infeksi virus.dr. Aisya juga meluruskan anggapan yang masih sering dipercaya masyarakat bahwa Bell’s palsy disebabkan oleh kebiasaan tidur terkena kipas angin, AC, atau mandi malam. Kebiasaan tersebut bukan penyebab Bell’s palsy.Jika anak mengalami demam tinggi sebelum atau bersamaan dengan perubahan pada wajah, orang tua perlu mencari tahu penyebab demam tersebut melalui pemeriksaan dokter. Sebab, demam tinggi bukan gejala khas Bell’s palsy dan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab kelumpuhan wajah.Gejala Bell’s Palsy pada Bayi dan AnakSalah satu ciri Bell’s palsy adalah perubahan pada bentuk atau gerakan wajah yang muncul secara mendadak. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:Sudut mulut terlihat tertarik ke salah satu sisi.Salah satu mata sulit menutup dengan sempurna.Dahi pada salah satu sisi wajah tidak bergerak seperti biasanya.Ekspresi wajah tampak tidak simetris saat anak menangis atau tersenyum.Pada bayi, gejalanya terkadang lebih sulit dikenali karena mereka belum bisa menyampaikan keluhan yang dirasakan. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan ekspresi wajah si kecil, termasuk saat menangis, tersenyum, maupun menyusu.Jika tiba-tiba wajah anak terlihat tidak simetris, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Apalagi jika kondisi tersebut disertai gejala lain seperti demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran, atau kelemahan pada anggota gerak.Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kelumpuhan wajah. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan penyebab yang mendasarinya.