Saat Bisa Membaca Pikiran Semua Orang, Kecuali Miliknya: Kisah Hangat dalam ‘Segigit Musim Panas’

Wait 5 sec.

Mengetahui apa yang dipikirkan orang lain ternyata tidak selalu menyenangkan. Ada kalanya, justru hal-hal yang ingin kita dengar adalah sesuatu yang paling ingin kita hindari.Bagi Yu Chan, musim panas menyimpan sesuatu yang membuat hidupnya tak lagi sama. Sementara itu, Ha Ji-oh harus memulai lembaran baru di sebuah desa setelah keadaan keluarganya berubah.Dua remaja dengan persoalan masing-masing ini dipertemukan dalam situasi yang tak biasa. Salah satunya memiliki kemampuan yang sulit dipahami, sedangkan yang lain harus beradaptasi dengan kehidupan baru yang sama sekali belum dikenalnya.Melalui novel Segigit Musim Panas, Lee Kkoch-nim merangkai kisah tentang pertemuan, luka yang tak terucapkan, dan perjalanan untuk berdamai dengan masa lalu. Namun, bagaimana jika seseorang yang bisa mendengar begitu banyak hal justru bertemu dengan satu orang yang pikirannya tak mampu ia dengar?Musim Panas yang Dimulai dengan Segudang Masalah 🌦️Musim panas di usia 17 tahun seharusnya menjadi momen yang tak terlupakan. Namun, bagi Ha Ji-oh, semuanya justru diawali dengan kabar buruk. Ibunya jatuh sakit, sehingga Ji-oh harus meninggalkan kehidupannya dan pindah ke desa untuk tinggal bersama ayah yang selama ini tak pernah dikenalnya.Alih-alih menemukan suasana baru yang menyenangkan, Ji-oh justru dihadapkan pada berbagai hal yang membuatnya kewalahan. Warga desa kurang ramah, sementara klub judonya tak kalah berantakan karena sang pelatih lebih sering absen daripada hadir.Di tengah lingkungan yang masih terasa asing, Ji-oh bertemu Yu Chan, seorang pemuda yang mengaku bisa membaca pikiran orang lain. Kemampuan tersebut mulai muncul setelah tragedi yang terjadi lima tahun silam. Sejak saat itu, Yu Chan terus mendengar suara hati orang-orang di sekitarnya. Bukannya menjadi anugerah, kemampuan tersebut justru terasa seperti beban yang membuatnya kewalahan dan menyimpan amarah yang sulit dilepaskan.Namun, pertemuannya dengan Ji-oh menghadirkan sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang isi pikirannya tak bisa ia dengar. Lantas, apa yang membuat Ji-oh begitu berbeda?Baca juga: The Dachshund Wears Prada: Karier Hancur Gara-Gara Instagram, Malah Jadi Pengasuh Anjing Miliarder!Luka, Cinta, dan Kenangan: Mengintip Masa Remaja di Balik Cerita ❤️‍🩹Pengalaman pribadi Lee Kkoch-nim ternyata turut membentuk ketertarikannya pada kisah-kisah coming-of-age termasuk di Segigit Musim Panas. Ia pernah bercerita bahwa masa remajanya terasa cukup panjang, bahkan berlangsung hingga awal usia 20-an. Pada periode tersebut, ia kerap diliputi rasa kesepian, kurang percaya diri, dan kesulitan memahami dirinya sendiri.Novel-novel bertema perjalanan menuju kedewasaan yang dibacanya kala itu menjadi sumber penghiburan. Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan keinginannya untuk menulis cerita yang dapat menemani anak muda ketika menghadapi masa-masa sulit.Seiring waktu, pandangannya tentang remaja pun berkembang. Setelah bertemu dan berbincang dengan banyak anak muda, Lee menyadari bahwa mereka tidak bisa begitu saja dipandang sebagai sosok yang rapuh dan penuh kecemasan. Di balik usia yang masih muda, mereka memiliki pemikiran, prinsip, serta cara tersendiri dalam menyikapi kehidupan.Perspektif tersebut terasa selaras dengan perjalanan Ji-oh dan Yu Chan dalam Segigit Musim Panas. Keduanya mungkin belum memiliki jawaban atas segala persoalan yang datang, tetapi tetap berusaha memahami diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.Nuansa hangat cerita ini juga tercermin dalam ilustrasi sampul edisi bahasa Indonesia. Dua sosok remaja tampak berdiri di bawah langit senja yang berpendar keemasan, berpadu dengan hamparan biru gelap dan taburan bintang. Perpaduan warnanya menghadirkan suasana dreamy, tenang, sekaligus menyimpan sedikit kesan sendu. Ilustrasi tersebut seolah merangkum dua sisi musim panas dalam novel ini: hangatnya sebuah pertemuan dan perjalanan emosional yang menyertainya.Penasaran takdir seperti apa yang menanti Ji-oh dan Yu Chan di balik riuh pikiran orang-orang? Temukan jawabannya di sini ✨Temukan Bukunya di Sini!Baca Artikel Lainnya di Sini!Kenalan dengan Lee Kkoch-nim: Sang Perajut Kehangatan untuk Mereka yang Kesepian ✨✍️(Source: KLWave)Perjalanan Lee Kkoch-nim di dunia sastra Korea Selatan dimulai lewat sebuah pencapaian pada 2014. Kala itu, ia memenangkan kompetisi sastra musim semi Seoul Shinmun, yang menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan kepenulisannya.Namanya semakin dikenal setelah meraih penghargaan utama Munhakdongne Young Adult Literature Award melalui novel I Will Cross Time for You. Ia kemudian terus mengembangkan kiprahnya lewat karya-karya lain, seperti Good Luck Is Coming to You dan The Girl You Want to Kill. Sejumlah karyanya bahkan telah menjangkau pembaca internasional melalui terjemahan ke berbagai bahasa, mulai dari Spanyol, Italia, Turki, Thailand, Mandarin, Jepang, hingga Rusia.Dalam proses kreatifnya, Lee tidak hanya mengandalkan imajinasi, tetapi juga gemar mengamati berbagai peristiwa di sekitarnya. Ia pernah mengungkapkan bahwa berita dan kejadian sehari-hari kerap menjadi titik awal untuk mengembangkan sebuah cerita. Baginya, satu peristiwa dapat menyimpan beragam kemungkinan kisah, bergantung pada sudut pandang yang digunakan untuk melihatnya.Kebiasaan mengamati kehidupan inilah yang turut memperkaya dunia fiksi yang ia bangun. Meski dibalut beragam konflik dan elemen fiksi, cerita-ceritanya tetap berakar pada pengalaman yang akrab dengan kehidupan nyata, mulai dari menghadapi perubahan, memahami perasaan sendiri, hingga belajar menerima keadaan. ✨ View this post on Instagram A post shared by 이꽃님 (@leeflower_nim)Baca juga: MBTI-mu Kalau Jadi Hantu Indonesia, Bakal Jadi Siapa?Menjelajah Lima Cerita, Membuka Cara Baru Memahami Kehidupan 📚Kalau kisah Ji-oh dan Yu Chan membuatmu ingin membaca cerita dengan sentuhan emosional serupa, lima novel berikut bisa menjadi ‘gerbang’ baru dalam daftar bacaanmu. Intip rekomendasinya di sini!Catatan Tentang Hujan — Anindya FristaTemukan Bukunya di Sini!Fajar dan Senja saling jatuh cinta. Kedengarannya sederhana, sampai rahasia yang disimpan Fajar dan perasaan Senja belum sepenuhnya jelas mulai membuat hubungan mereka rumit. Di tengah kisah asmara tersebut, persoalan keluarga dan persahabatan turut mewarnai perjalanan keduanya.Seperti Segigit Musim Panas, novel ini membawa pembaca menyusuri kehidupan remaja yang tidak selalu berjalan mulus, perasaan yang sulit diungkapkan, hubungan yang berubah, hingga kebingungan memahami orang lain menjadi bagian dari proses bertumbuh. Cocok untuk pembaca yang menyukai kisah romansa remaja dengan konflik personal dan dinamika pertemanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.My Brilliant Friend — Elena FerranteTemukan Bukunya di Sini!Berlatar lingkungan miskin di pinggiran Napoli pada 1950-an, novel ini mengikuti kehidupan Elena dan Lila, dua sahabat yang tumbuh bersama di tengah kerasnya kehidupan. Keduanya saling mengandalkan, tetapi juga menyimpan persaingan yang kerap mewarnai hubungan mereka. Seiring bertambah dewasa, pilihan hidup membawa mereka ke arah yang berbeda.Kisah Elena dan Lila memperlihatkan bahwa persahabatan bukan sekadar tentang selalu sepakat atau terus berjalan berdampingan. Ada rasa kagum, iri, dukungan, dan perbedaan yang ikut membentuk hubungan mereka. Novel ini cocok untuk kamu yang menyukai cerita coming-of-age dengan penggambaran karakter mendalam, dinamika persahabatan yang kompleks, serta potret kehidupan yang realistis.Tentang Kamu — Tere LiyeTemukan Bukunya di Sini!Seorang pengacara muda bernama Zaman mendapat tugas untuk mengurus warisan seorang perempuan bernama Sri Ningsih. Namun, menyelesaikan urusan tersebut bukan perkara mudah. Ia harus menelusuri perjalanan hidup Sri Ningsih, membuka satu demi satu kisah masa lalu yang tersimpan, dan memahami sosok perempuan yang selama ini nyaris tak dikenalnya.Meski dibalut misteri dan penelusuran ala detektif, Tentang Kamu menyimpan cerita tentang perjuangan, kehilangan, persahabatan, dan keteguhan hati. Ada benang merah dengan Segigit Musim Panas dalam cara kedua novel mengajak pembaca memahami seseorang lebih jauh daripada hanya melihat apa yang terlihat. Cocok untuk pembaca yang menyukai misteri dengan lapisan emosional dan kisah kehidupan yang meninggalkan kesan setelah halaman terakhir ditutup.We Have Always Lived in the Castle — Shirley JacksonTemukan Bukunya di Sini!Enam tahun setelah tragedi keracunan yang merenggut nyawa sebagian besar keluarga Blackwood, Merricat, Constance, dan Paman Julian hidup terasing dari masyarakat. Constance sempat dituduh sebagai pelaku, sementara penduduk desa terus memandang keluarga mereka dengan curiga. Kehidupan yang tertutup itu mulai berubah ketika seorang pria bernama Charles datang dan berusaha mendekati keluarga Blackwood.Berbeda dari nuansa hangat Segigit Musim Panas, novel ini menawarkan atmosfer misteri psikologis yang lebih kelam. Namun, keduanya sama-sama menyinggung kesepian, prasangka, dan sulitnya membangun kepercayaan ketika seseorang merasa tidak dipahami oleh lingkungan sekitarnya. Pilihan tepat bagi kamu yang menyukai cerita gotik, karakter tak terduga, serta misteri yang membuat kita mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.Keberuntungan Sedang Menghampirimu — Lee Kkoch-nimTemukan Bukunya di Sini!Dua orang siswa, Hyeong-su dan Wu-yeong, tanpa sengaja menyaksikan Eun-jae, teman sekelas mereka yang berusia 15 tahun, mengalami kekerasan dari ayahnya sendiri. Keduanya diliputi kebingungan tentang apa yang harus dilakukan, sementara Eun-jae memilih menjauh dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Kisah ini kemudian dituturkan melalui sudut pandang sosok yang kerap disebut sebagai takdir atau keberuntungan, yang menyaksikan perjuangan anak-anak tersebut dari dekat.Melalui cerita yang lebih serius, Lee Kkoch-nim kembali mengangkat kehidupan anak muda yang harus menghadapi persoalan jauh lebih besar daripada usia mereka. Novel ini memiliki kedekatan tema dengan Segigit Musim Panas melalui perhatian terhadap luka, keberanian, dan proses menemukan harapan. Cocok bagi pembaca yang menyukai fiksi coming-of-age dengan isu sosial dan pergulatan emosional yang kuat.Sebuntel Buku di Pelukan, Dompet Tetap Bersahabat! 🛍️📚Sudah menemukan cerita yang bikin penasaran? Jangan cuma masuk wishlist, siapa tahu salah satunya justru jadi bacaan yang paling berkesan bulan ini. Dari persahabatan yang penuh lika-liku sampai kisah tentang keberanian menghadapi hidup, selalu ada cerita baru yang layak mendapat tempat di rak bukumu ✨Kabar baiknya, berburu bacaan tak harus menunggu tanggal gajian. Lewat Promo 11.11 Super Sale, kamu bisa menikmati diskon hingga 50% untuk buku terbitan Gramedia selama 1–10 November 2026! 😍🔥Jadi, siapkan daftar incaranmu, pilih buku yang sudah lama mengintip dari wishlist, dan manfaatkan promonya sebelum berakhir. Karena ada banyak cerita yang menunggu dibaca, sementara ruang di rak buku tentu masih bisa diusahakan. 😉Selamat berburu buku, Grameds! 🛒✨Temukan Promonya di Sini!✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna!Temukan Semua Promo Spesial di Sini!