Produksi Nikel Bakal Dipangkas Mulai Tahun Depan

Wait 5 sec.

Ilustrasi Tambang Nikel Indonesia Foto: Masmikha/ShutterstockDirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkap kelanjutan dari arahan Menteri ESDM terkait pengendalian sisi pasokan dan permintaan dalam RKAB nikel. Ia membenarkan ada pemangkasan produksi nikel tahun depan atau 2027.Meski demikian, ketika ditanya jumlah pemangkasan yang dilakukan, Tri belum bisa memberi detailnya.“Tahun depan, lumayan (yang dipangkas), baru disampaikan tadi,” kata Tri ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pada Senin (2/11).Sebelumnya, Bahlil menyinggung komoditas nikel yang harganya turun. Ia menyebut kini harga nikel sudah berada di bawah USD 16.000 per ton. Hal ini karena produksi nikel Indonesia yang menurut Bahlil ‘jor-joran’.Maka dari itu, Bahlil juga memerintahkan Dirjen Minerba agar melakukan langkah serupa untuk mengendalikan sisi pasokan dan permintaan dalam RKAB nikel.“Jadi Pak Dirjen, menurut saya strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk nikel, lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu,” kata Bahlil.Jika langkah tersebut dilakukan, tak menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak protes. Meski demikian, Bahlil memikirkan keuntungan jangka panjang, menurutnya bisa jadi harga nikel bisa tinggi di masa depan.“Pasti banyak yang protes. Saya tahu. Mengelola sumber daya ilmu kita jangan kita anggap negara ini hanya punya kita. Negara ini masih ada anak cucu kita. Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, barangnya belum bagus, tinggalkan. Nanti ada menteri ESDM baru, ada Dirjen baru, ada Presiden baru, ada pengusaha baru untuk anak cucu kita untuk mereka mendapatkan harga yang maksimal,” ujarnya.Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan jika kondisi produksi dipertahankan, maka harga nikel bisa lebih jatuh.“Nikel itu kalau konsumsi dunia itu 3,5 juta. Sekarang kapasitas produksi oversupply kita 700-800 ribu. Nah kalau ini terus kita pertahankan, pasti harganya akan jatuh lagi,” kata Bahlil.