Ilustrasi Teroris Foto: Shutter StockKepolisian Rusia menangkap seorang anak di bawah umur terkait dugaan rencana penyerangan di Moskow sebagaimana laporan dari kantor berita Rusia pada hari Minggu (1/11), menyusul informasi yang diterima Rusia dari Amerika Serikat.Dikutip dari AFP, Kedutaan Besar AS di Moskow mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan adanya ancaman peristiwa yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa di kawasan museum Tsaritsyno, Moskow.Kedutaan Besar AS tidak memberikan perincian mengenai siapa yang merencanakan serangan tersebut.Dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Rusia pada hari Minggu, dinas keamanan Rusia (FSB) menyatakan telah menangkap seorang anak di bawah umur yang mengunggah foto dirinya di TikTok dengan mengenakan penutup kepala (balaclava), topi, dan kacamata pelindung, serta memegang benda yang menyerupai senjata otomatis.Remaja laki-laki yang belum diungkap identitasnya, yang menurut FSB merupakan warga negara Rusia, tersebut sempat membagikan foto yang diambil di kawasan museum Tsaritsyno dengan keterangan: "Saya menemukan sebuah tempat". Pria itu juga diduga mengikuti saluran Telegram beraliran neo-Nazi.FSB tidak menyebutkan nama remaja laki-laki tersebut."Kami berterima kasih kepada pihak Amerika atas informasi yang diberikan," ujar pihak FSB.Museum Tsaritsyno merupakan kompleks istana kekaisaran dan taman di Moskow bagian selatan yang populer di kalangan penduduk setempat maupun wisatawan.Saluran Telegram Rusia, Baza, yang dilaporkan memiliki hubungan dengan aparat penegak hukum, menyatakan bahwa taman tersebut ditutup pada hari Sabtu dan hanya dibuka bagi pengunjung yang hendak meninggalkan area tersebut.AS sebelumnya pernah memberikan peringatan kepada Rusia mengenai rencana serangan, termasuk pada Maret 2024, beberapa minggu sebelum serangan ISIS-K di sebuah gedung konser di Moskow yang menewaskan lebih dari 100 orang.Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat sempat mencair dalam beberapa bulan terakhir, di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara AS dengan Ukraina terkait kesepakatan bahan bakar diesel antara AS dan Rusia.