Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Asif 31/ShutterstockHarga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Jumat (30/10). Kenaikan terjadi seiring para pelaku pasar mengantisipasi potensi eskalasi perang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS.Dikutip dari Reuters, Senin (2/11), harga minyak mentah Brent ditutup naik USD 2,76 atau 2,4 persen menjadi USD 117,64 per barel setelah sempat menyentuh level tertinggi USD 118. Sementara itu, kontrak yang lebih aktif untuk pengiriman Januari naik USD 2,63 menjadi USD 113,43 per barel.Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik USD 2,12 atau 2,08 persen menjadi USD 104,12 per barel. Secara bulanan, harga Brent menguat 13,6 persen, sedangkan WTI naik 15,2 persen.Selain itu, kenaikan tersebut juga membuat harga minyak berada di level tertinggi sejak akhir April.Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial menilai pasar akan tetap mencermati aliran minyak dari Timur Tengah dan kemungkinan eskalasi yang dilakukan oleh pasukan AS beserta sekutunya.Sebelumnya, AS memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober karena risiko keselamatan. Arahan tersebut berasal dari kedutaan besar AS di Riyadh pada hari Jumat dengan mempertimbangkan serangan Houthi terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya.Adapun kelompok militan Houthi Yaman yang didukung Iran mengatakan bahwa mereka telah menyerang beberapa lokasi di Arab Saudi termasuk kilang minyak besar Ras Tanura, kilang Rabigh, dan fasilitas produksi di Abqaiq yang dimiliki oleh perusahaan minyak negara Saudi Aramco.Di sisi lain, koalisi yang dipimpin Arab Saudi juga mengatakan telah mencegat rudal jelajah yang diluncurkan oleh Houthi ke arah wilayah barat kerajaan tersebut.CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak November mengalami kenaikan 1,31 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.449 per ton.Batu BaraFoto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOSelain itu harga batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak November menguat 1,40 persen ke level USD 152,45 per ton.NikelHarga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 1,71 persen ke level USD 15.271 per ton.TimahSementara itu, harga timah turut melemah 1,66 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange harga timah ada pada level USD 48.873 per ton.