Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik ketika workshop pasar modal Indonesia di Lombok, NTB, Sabtu (31/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparanDirektur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyebut pasar modal Indonesia saat ini menjadi salah satu bursa saham paling transparan di dunia dari sisi keterbukaan informasi."Kalau saya menyampaikan bahwa saat ini bursa di Indonesia adalah bursa yang paling transparan di dunia, itu kemudian diangkat dan sepotong itu kemudian menjadi kritik. Tetapi faktanya adalah demikian, dari sisi transparansi kita paling transparan. Tetapi memang tantangannya adalah kualitas dari transparansi tersebut," ujar Jeffrey dalam workshop pasar modal Indonesia di Lombok, NTB, Sabtu (31/10).Menurutnya, BEI terus memperkaya informasi kepemilikan saham yang bisa diakses publik. Sebelumnya, bursa hanya mengungkap nama pemegang saham. Informasi tersebut kemudian dilengkapi dengan klasifikasi investor.Ke depan, BEI juga berencana membuka informasi mengenai status afiliasi pemegang saham, sehingga investor dapat mengetahui apakah pemegang saham tertentu memiliki hubungan afiliasi atau tidak."Sebelumnya hanya nama pemegang sahamnya, kemudian berikutnya kita tambahkan informasi atas klasifikasi investornya. Kemudian ke depan kita akan tambahkan lagi apakah nama ini terafiliasi atau tidak terafiliasi. Untuk meningkatkan kualitas dari transparansi tersebut," jelasnya.Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOSelain keterbukaan data kepemilikan saham, BEI juga meningkatkan granularitas data investor. Jeffrey menyebut jumlah klasifikasi tipe investor telah diperluas dari sebelumnya hanya sembilan menjadi 39 tipe investor.BEI juga menerapkan pengungkapan high shareholding concentration (HSC), yakni informasi mengenai saham-saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.Jeffrey menegaskan, berbagai inisiatif transparansi merupakan bagian dari upaya BEI merespons masukan investor global sekaligus memperbaiki kualitas keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia."Itu adalah inisiatif yang kita lakukan setelah kita berdiskusi dengan global investors. Artinya kita selalu mendengar masukan dari global investors," tutupnya.