Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOWakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 6,626 triliun untuk tahun anggaran 2027.Usulan tersebut diajukan karena Kemensetneg hanya mendapatkan pagu anggaran 2027 sebesar Rp 2,672 triliun. Dari tambahan yang diusulkan, Kemensetneg baru memperoleh alokasi Rp 2,86 miliar yang bersumber dari hibah luar negeri."Kementerian Sekretariat Negara memperoleh pagu anggaran sebesar Rp 2.672.036.413.000,00. Pagu anggaran dimaksud mengalami kenaikan dari sumber dana hibah luar negeri sebesar Rp 2.861.378.000,00 dari penetapan pagu indikatif TA 2027 sebesar Rp 2.669.175.035.000,00," kata Bambang dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR, Senin (31/8).Menurut Bambang, pagu tersebut menjadi dasar penyusunan rencana kerja dan anggaran Kemensetneg 2027. Anggaran itu dialokasikan untuk dua program utama."Program dukungan manajemen sebesar Rp 2.438.790.024.000,00 yang di dalamnya sudah termasuk alokasi untuk kedua BLU yang bersumber dari PNBP sebesar Rp 884.579.177.000,00," ujarnya."Dan kedua, program penyelenggaraan layanan kepada Presiden dan Wakil Presiden dengan alokasi sebesar Rp 233.246.389.000,00 yang bersumber dari rupiah murni dan hibah luar negeri," sambungnya.Kemensetneg Masih Kekurangan Rp 6,62 TBambang mengatakan Kemensetneg telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 6.626.605.349.000 kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas."Dari tambahan anggaran yang telah diusulkan, Kementerian Sekretariat Negara baru mendapatkan tambahan alokasi pada pagu anggaran TA 2027 sebesar Rp 2.861.378.000,00 dari sumber hibah luar negeri yang dialokasikan untuk kegiatan percepatan penanganan anak kerdil (stunting)," ujarnya.Dengan tambahan tersebut, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp 6,624 triliun."Dengan demikian, masih terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp 6.623.743.971,00," katanya.Dengan keterbatasan pagu tersebut, Kemensetneg akan kembali mengusulkan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas."Dengan masih terbatasnya perolehan pagu anggaran 2027, Kementerian Sekretariat Negara akan kembali mengusulkan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas agar dapat diperhitungkan dalam penetapan pagu alokasi anggaran TA 2027," tandas dia.Suasana eks Hotel Sultan di Blok 15 kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanTarget PNBP Kemensetneg Tembus Rp1 TDi sisi lain, Kemensetneg menargetkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 1,04 triliun pada 2027. Target tersebut berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Gelora Bung Karno (GBK), PPK Kemayoran, dan PNBP lainnya.“Target PNBP Kementerian Sekretariat Negara pada tahap pagu anggaran TA 2027 telah ditetapkan sebesar Rp 1.040.643.503.000,” ujar Bambang.Target tersebut terdiri atas PNBP BLU PPKGBK sebesar Rp801,458 miliar, PNBP BLU PPK Kemayoran sebesar Rp 235,352 miliar, dan PNBP lainnya Kemensetneg sebesar Rp 3,834 miliar.Bambang mengatakan, target PNBP tersebut meningkat dibandingkan target 2026 yang sebesar Rp 964,18 miliar.“Apabila dibandingkan dengan target PNBP tahun 2026 sebesar Rp 964.180.175.000, maka target PNBP tahun 2027 naik menjadi 7,93%,” tambah Bambang.