Ilustrasi - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Foto: Widodo S. Jusuf/ANTARA FOTODanantara mempercepat rencana merger sejumlah perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya. Salah satu skema yang disiapkan adalah menggabungkan PT PP (Persero) Tbk dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.Rencana konsolidasi ini juga mencakup tujuh BUMN Karya yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Ketujuh perusahaan itu akan digabung hingga tersisa 3 entitas.Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi proses merger dua entitas tersebut akan dikebut tahun ini. "Iya [dipercepat tahun ini]" katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (31/8).Meski demikian, Dony belum menentukan perusahaan mana yang akan menjadi induk maupun surviving entity. Menurut Dony, yang menjadi prioritas adalah terlaksananya konsolidasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan penyehatan BUMN Karya. COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO"Jadi kita akan lihat yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi daripada perusahaan karya kita dalam rangka proses penyelamatan dan penyehatan," ucapnya. Rencana merger ini sebelumnya ditargetkan rampung pada Juni 2026, namun molor. "Kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat," kata Dony saat ditemui di Gedung DPR, Senin (8/6).Penundaan tersebut terjadi karena masih ada sejumlah proses restrukturisasi yang belum tuntas. Meski begitu, Dony memastikan proses merger tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.