Sony Music dan Warner Gugat Anthropic, Tuduh Claude Dilatih dengan Karya Bajakan

Wait 5 sec.

Ilustrasi AI Claude. Foto: Ascannio/ShutterstockPerusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) Anthropic kembali menghadapi gugatan hak cipta. Kali ini, Sony Music Publishing, Warner Chappell Music, dan sejumlah penerbit musik lainnya menuding Anthropic melakukan pelanggaran hak kekayaan intelektual dalam skala besar untuk mengembangkan dan melatih model AI Claude.Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (28/8) waktu Amerika Serikat di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California. Selain Anthropic, gugatan juga mencantumkan CEO sekaligus pendiri perusahaan, Dario Amodei, serta salah satu pendirinya, Benjamin Mann, sebagai tergugat.Para penerbit musik menggambarkan tindakan yang mereka tuduhkan sebagai sebuah kampanye besar-besaran untuk memperoleh karya berhak cipta melalui torrent, scraping, dan pengunduhan tanpa izin.Dalam dokumen gugatan, para penerbit menuduh Anthropic menggunakan puluhan ribu komposisi musik yang dilindungi hak cipta sebagai bagian dari pengembangan model Claude. Mereka juga menuding model tersebut mampu menghasilkan kembali lirik lagu yang identik atau sangat mirip dengan karya asli ketika diminta pengguna.Namun, seluruh tuduhan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum. Anthropic membantah klaim para penerbit dan menyatakan akan memberikan perlawanan hukum.“Kami tidak sepakat dengan klaim para penerbit dan akan membela diri secara tegas di pengadilan,” kata juru bicara Anthropic dalam pernyataan yang dikutip dari TechCrunch.Puluhan Ribu Lagu Jadi Objek GugatanSony Music Publishing dan Warner Chappell Music mengklaim gugatan mereka mencakup puluhan ribu komposisi musik. Jika seluruh klaim tersebut terbukti dan pengadilan memberikan ganti rugi maksimum berdasarkan undang-undang hak cipta AS, nilai potensial kerugian dapat mencapai miliaran dolar.Logo Sony Music di Tokyo Foto: Yuya Shino/ReutersPara penerbit meminta ganti rugi hingga US$150.000 untuk setiap karya yang terbukti sengaja dilanggar, ditambah hingga US$25.000 untuk setiap dugaan penghapusan atau perubahan informasi manajemen hak cipta. Mereka juga meminta pengadilan memerintahkan penghancuran salinan karya yang dianggap melanggar serta meminta Anthropic memberikan informasi mengenai data yang digunakan untuk melatih Claude.Sejumlah lagu populer disebut dalam dokumen gugatan, di antaranya Ain't No Mountain High Enough, All I Want for Christmas Is You, Eye of the Tiger, Livin' on a Prayer, September, Hallelujah, Uptown Funk, dan Paper Rings.Para penerbit juga menuduh sistem pengamanan Claude terhadap permintaan untuk menghasilkan lirik berhak cipta masih dapat dilewati melalui teknik re-prompting.Tekanan Hukum terhadap Anthropic Makin BesarKasus Sony dan Warner menambah panjang daftar perusahaan industri musik yang menggugat Anthropic. Sebelumnya, Universal Music Publishing Group, Concord Music Group, dan ABKCO telah mengajukan gugatan terhadap Anthropic.Gugatan lain kemudian datang dari BMG pada Maret 2026 dan Round Hill Music pada Agustus 2026. Dengan perkara terbaru ini, penerbit musik dari tiga perusahaan rekaman besar kini sama-sama terlibat dalam proses hukum melawan pengembang Claude.Perselisihan tersebut memperlihatkan semakin tajamnya konflik antara perusahaan AI yang membutuhkan data dalam jumlah besar untuk melatih model dan pemegang hak cipta yang menuntut kompensasi serta izin penggunaan karya mereka.Para penerbit musik sendiri tidak menolak penggunaan AI secara keseluruhan. Dalam gugatan, mereka menegaskan bahwa industri musik telah menjalin sejumlah lisensi untuk penggunaan karya dalam teknologi AI. Persoalannya adalah penggunaan materi tanpa izin atau dengan cara yang dianggap melanggar hukum.