Lebih dari 100 Pekerja Terjebak di Proyek PLTA Nepal Imbas Banjir Bandang

Wait 5 sec.

Kondisi lumpur yang menutupi pemukiman warga pascabencana banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERSTim penyelamat dari Angkatan Darat Nepal berhasil menembus akses ke terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pada hari Sabtu (29/8) dan mulai memompa udara serta memasukkan kamera ke dalamnya. Diduga, ada ratusan pekerja yang terperangkap di lokasi tersebut imbas banjir bandang.Dikutip dari AFP, pemerintah Nepal menyatakan lebih dari 100 pekerja mungkin masih hidup dan terjebak di dalam terowongan proyek PLTA, dengan upaya penyelamatan yang difokuskan pada lokasi Trishuli 3A dan 3B.Menurut Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana, mereka yang terjebak termasuk di antara 933 pekerja PLTA yang hilang sejak terjangan lumpur dan puing-puing melanda lokasi tersebut pada Rabu pagi.US Geological Survey menyatakan bahwa bencana di perbatasan Tiongkok-Nepal itu disebabkan oleh runtuhnya gletser, yang mengakibatkan hampir 3.000 orang hilang dan 682 orang dipastikan tewas.Di Trishuli 3A, tim penyelamat Angkatan Darat menggunakan alat bor untuk menembus bagian atas terowongan yang dipenuhi lumpur pada Sabtu malam."Kami telah mulai mengalirkan udara melalui celah kecil tersebut, dan kini kami akan memulai pekerjaan penggalian serta mengirim tim penyelamat ke bagian dalam," ujar Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung.Kementerian Energi melaporkan bahwa "keberhasilan parsial telah dicapai dalam operasi pengeboran", seraya menambahkan bahwa "upaya untuk mengirimkan kamera dan oksigen ke dalam terowongan telah dimulai".Tim penyelamat terus berupaya menyingkirkan lumpur yang menumpuk di dalam terowongan. Tim penyelamat khusus terowongan dari India dan Tiongkok juga telah bergabung dalam upaya ini.India memiliki pengalaman dalam operasi penyelamatan di terowongan pegunungan Himalaya yang sulit, termasuk melibatkan tim penambang metode "rat-hole" yang ahli merangkak masuk ke ruang-ruang sempit.Laporan awal menyebutkan bahwa 100 orang yang terjebak berada di satu lokasi. Menteri Energi Biraj Bhakta Shrestha mengatakan bahwa upaya penyelamatan sedang berlangsung di beberapa lokasi terowongan.Shrestha mengatakan operasi terus berjalan meskipun cuaca buruk dan kondisi lapangan sangat menantang.Pada hari Sabtu, Nepal mengajukan permohonan bantuan berupa peralatan penyelamatan khusus, termasuk drone pengangkut beban berat dan teknologi yang dapat membantu kami menemukan orang yang masih hidup di wilayah terdampak. Tim ahli penyelamatan gunung Nepal, yang terbiasa membantu pendaki di puncak-puncak tertinggi dunia, termasuk Everest, turut serta dalam pencarian orang-orang yang hilang di lokasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) lain yang mengalami kerusakan."Kami melakukan pekerjaan serupa di pegunungan, yakni operasi penyelamatan bagi orang-orang yang terjebak di lokasi berbahaya, jadi saya yakin keahlian kami akan bermanfaat," ujar Tul Singh Gurung, ketua Asosiasi Pemandu Gunung Nasional Nepal.