Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua Rusia di kosmodrom Plesetsk, Wilayah Arkhangelsk, Rusia, Jumat (28/6/2026). Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/via REUTERSRusia kembali memperpanjang kebijakan pelarangan ekspor diesel bagi produsen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk memastikan ketersediaan bahan bakar di dalam negeri di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.Mengutip Bloomberg, pemerintah Rusia memperpanjang larangan ekspor tersebut hingga 30 September 2026. Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan di situs resmi pemerintah pada Sabtu.Pemerintah menyebut kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasar bahan bakar domestik.Perpanjangan larangan ekspor diperkirakan semakin memperketat pasokan diesel di pasar global. Kondisi pasokan sebelumnya sudah terbatas akibat konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina.Sebelum Ukraina meningkatkan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir, Rusia menjadi salah satu pemasok diesel terbesar di dunia. Negara tersebut menyumbang sekitar 10% dari pasokan diesel global.Pengetatan pasokan juga mulai terlihat di sejumlah negara. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok diesel Amerika Serikat telah berada di level musiman terendah yang pernah tercatat.Petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran setelah serangan rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Rabu (5/8/2026). Foto: Gleb Garanich/REUTERSSituasi di Eropa juga semakin ketat. Untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, kawasan tersebut mendatangkan pasokan diesel dari Meksiko untuk memenuhi kebutuhan.Sementara itu, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia. Sepanjang Agustus, sedikitnya 21 serangan telah diarahkan ke kilang minyak Rusia.Jumlah tersebut menjadi rekor serangan bulanan tertinggi sejak perang yang dimulai Kremlin pada Februari 2022.Serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak tersebut turut menimbulkan persoalan pasokan bahan bakar di dalam negeri Rusia. Sejumlah wilayah kembali menghadapi kelangkaan bensin.Larangan ekspor diesel bagi produsen awalnya diberlakukan pada awal Juli sebagai kebijakan sementara. Namun, aturan tersebut kemudian diperpanjang hingga Agustus karena serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia terus berlangsung.Kebijakan larangan ekspor tersebut tidak mencakup pengiriman yang dilakukan berdasarkan kesepakatan antarpemerintah maupun pengiriman untuk kebutuhan bantuan kemanusiaan.