Beban Biaya Hidup Konsumen Makin Mahal, IKEA Pangkas Harga Produknya hingga 25%

Wait 5 sec.

Ilustrasi IKEA. Foto: Erman Gunes/ShutterstockPerusahaan furnitur asal Swedia, IKEA, kembali memangkas harga produknya di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan masyarakat. Kali ini, IKEA menurunkan harga sekitar 15% hingga 25% untuk lebih dari 1.500 produk, terutama di pasar Eropa.Ingka Group, sebagai peritel terbesar IKEA, bersama para pewaralaba lainnya dan pemilik merek IKEA, Inter IKEA Group, menginvestasikan 1,2 miliar euro atau sekitar USD 1,4 miliar untuk menurunkan harga di berbagai pasar Eropa.Sejumlah produk populer seperti Billy, Hemnes, dan Poang termasuk dalam daftar produk yang harganya dipangkas. Besaran dan waktu penerapan penurunan harga tersebut berbeda-beda di setiap negara.Selain itu, Ingka Group juga menyiapkan investasi sebesar 70 juta euro untuk membantu mengimbangi tekanan inflasi dan nilai tukar di kawasan Asia dan Amerika Utara.CEO Ingka Group Juvencio Maeztu mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya IKEA untuk membantu konsumen ketika kondisi keuangan rumah tangga masih tertekan."Kami suka 'menurunkan harga payung ketika sedang hujan'," kata Maeztu dalam wawancara bersama CEO Inter IKEA Group Jakub Jankowski.Ilustrasi IKEA. Foto: Hadrian/ShutterstockMenurut Maeztu, tekanan terhadap keuangan rumah tangga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Konsumen di berbagai negara tempat IKEA beroperasi masih menghadapi tingginya biaya perumahan, sementara pertumbuhan upah belum mampu mengejar kenaikan harga barang."Kalau melihat biaya perumahan, tidak peduli di negara mana Anda tinggal, hampir 40% hingga 50% pendapatan digunakan untuk perumahan. Tekanan bagi banyak orang untuk bisa bertahan hingga akhir bulan semakin besar," katanya.Pemangkasan harga terbaru tersebut melanjutkan strategi IKEA untuk meningkatkan keterjangkauan produk yang telah dimulai sejak tahun fiskal 2024. Sebelumnya, lonjakan harga bahan baku dan biaya transportasi pada 2021 dan 2022 memaksa IKEA menaikkan harga produknya.Sejak saat itu, IKEA menggelontorkan investasi besar untuk membalikkan kenaikan harga tersebut. Perusahaan telah menurunkan harga ribuan produk serta memangkas harga grosir kepada para peritel agar penghematan tersebut dapat diteruskan kepada konsumen.Namun, strategi penurunan harga tersebut juga memberikan tekanan terhadap pendapatan dan profitabilitas IKEA. Meski demikian, kebijakan tersebut membantu perusahaan meningkatkan pangsa pasar, jumlah kunjungan ke toko, dan volume penjualan.Jankowski mengatakan, biaya bahan baku, logistik, dan transportasi telah meningkat selama sekitar dua tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat IKEA harus menurunkan harga ketika biaya operasional justru masih meningkat.Ilustrasi IKEA. Foto: Hafiz Johari/Shutterstock"Kami menurunkan harga melawan arus," kata Jankowski.Maeztu mengatakan IKEA berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa selama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Agustus 2026. Namun, ia belum memberikan gambaran awal mengenai penjualan sebelum hasil kinerja resmi diumumkan.Secara keseluruhan, Maeztu mengatakan kinerja IKEA selama tahun fiskal tersebut berjalan sesuai dengan rencana.Dari sisi rantai pasok, Jankowski menyebut kondisi di Eropa masih berjalan dengan baik. Sebaliknya, kawasan Timur Tengah menjadi titik yang paling menghadapi kendala, terutama dalam pengiriman produk ke toko-toko dibandingkan enam bulan sebelumnya.Kedua eksekutif tersebut, yang relatif baru menduduki posisi masing-masing, mengatakan IKEA masih memiliki ruang untuk kembali menurunkan harga melalui penghematan biaya dan penyederhanaan operasional."Anda tidak bisa memiliki harga yang rendah jika tidak memiliki biaya yang rendah. Semoga tahun depan ketika kita bertemu lagi, kita bisa membahas penurunan harga yang lebih besar," tuturnya.