BPS Catat RI Alami Inflasi 0,21 Persen pada Agustus 2026

Wait 5 sec.

Pedagang ayam potong melayani pembeli di Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali, Kamis (5/2/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTOBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), menunjukkan tingkat inflasi sebesar 3,19 persen.“Pada Agustus 2026 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan atau month to month. Secara tahunan atau year on year terjadi 3,19 persen,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).Ateng mengatakan, kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong utama inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,17 persen.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (1/9/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanInflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau tersebut terutama didorong oleh daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen.“Selain makanan, minuman, dan tembakau, kelompok perawatan pribadi dan Jasa lainnya juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen dengan inflasi sebesar 0,37 persen,” lanjut Ateng.Kata Ateng, inflasi pada kelompok ini terutama dipengaruhi oleh emas perhiasan yang mengalami inflasi sebesar 0,75 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.Di sisi lain, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50 persen pada Agustus 2026 dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen. Deflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara yang memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen, serta bensin dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.