Bupati Ardiansyah Ajak UMKM Kutim Manfaatkan Potensi Lokal dan Perkuat Literasi Keuangan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk semakin percaya diri mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang menjadi keunggulan komparatif daerah.Hal tersebut disampaikan Ardiansyah dalam kegiatan Business Matching pembiayaan serta edukasi dan literasi keuangan UMKM Bima Etam Kutai Timur yang berlangsung di Ruang Meranti, kantor Sekretariat Kabupaten, Sangatta, pada Senin (31/08/2026).Bupati, Ardiansyah menegaskan, Kutim memiliki keunggulan komparatif yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Potensi tersebut, menurutnya, harus menjadi kebanggaan sekaligus peluang yang dapat diolah masyarakat menjadi kekuatan ekonomi.Menurutnya, keunggulan tersebut tidak hanya berada pada sektor industri dan sumber daya alam berskala besar. Masyarakat juga memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai komoditas yang berada di sekitar mereka, seperti sektor pertanian yang cukup beragam dan memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikanArdiansyah menilai, masyarakat tidak harus masuk ke sektor usaha yang membutuhkan modal dan akses besar. Sebaliknya, pengembangan sektor-sektor yang lebih dekat dengan kemampuan masyarakat justru dapat menciptakan pemerataan ekonomi.“Oleh karenanya kita mendorong masyarakat masuk ke wilayah yang memang siap untuk dikerjakan,” katanya.Ia turut mengapresiasi munculnya inovasi produk dari UMKM lokal, termasuk produk berbahan lokal yang dikembangkan pelaku usaha di Sangatta. Menurutnya, kreativitas tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kutim memiliki kemampuan untuk mengolah potensi yang ada menjadi produk bernilai ekonomi.Di sisi lain, Ardiansyah menekankan pentingnya literasi keuangan bagi keberlanjutan UMKM. Kehadiran perbankan, OJK, dan lembaga keuangan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pengelolaan keuangan sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih baik.“Ini penting sekali. Saya berharap ini akan lebih meningkatkan lagi kreativitas usaha dan keamanan tentang keuangan yang kita miliki atau yang dimiliki oleh para pelaku usaha,” ujarnya.Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia cabang Kalimantan Timur Abraham Wahyu Nugroho, mengatakan kemudahan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. Menurutnya, pembiayaan yang mudah diakses akan lebih optimal apabila masyarakat memiliki literasi keuangan yang memadai.“Untuk memperluas akses pembiayaan, tidak cukup hanya menyediakan sumber pendanaan. Masyarakat juga perlu dibekali dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai,” ujar Abraham.Ia menjelaskan, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga pemberi pembiayaan, hingga pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.Kolaborasi itu dinilai penting untuk memastikan masyarakat, khususnya UMKM, memiliki akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usahanya.diketahui, kegiatan yang di ikuti sebanyak 250 orang yang merupakan para pelaku UMKM ini merupakan kegiatan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan BI, OJK lembaga jasa  keuangan serta BPJS Ketenagakerjaan yang akan berlangsung sehari efektif yang di isi dengan edukasi dan sosialisasi terkait informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan layanan jasa keuangan bagi para pelaku UMKM. (*/kutaitimurkab.go.id)