Ilustrasi petani di pedesaan. Foto: ANTARA/Muhammad Rastaferian PasyaDana Keistimewaan (Danais) menjadi salah satu sumber pembiayaan yang dimanfaatkan kalurahan di DIY untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.Pemanfaatan Danais tersebut berlangsung di tengah penyesuaian Dana Desa pada 2026. Ketua Umum Nayantaka Paguyuban Lurah dan Pamong se-DIY, Gandang Hardjanata, menyebut sejumlah kalurahan yang sebelumnya menerima Dana Desa Rp1,5 miliar hingga lebih dari Rp2 miliar kini berada di kisaran Rp300–375 juta.Menurut Gandang, kondisi tersebut membuat kalurahan harus memilah kebutuhan berdasarkan sumber anggaran yang tersedia.“Mana yang harus urgen didanai pakai Dana Desa, mana yang bisa kita ambilkan dari Danais, mana yang bisa kita mintakan CSR,” katanya.Danais untuk Berbagai Program KalurahanKetua Umum Nayantaka Paguyuban Lurah dan Pamong se-DIY, Gandang Hardjanata (tengah). Foto: Pandangan Jogja/Resti DamayantiGandang mengatakan Danais dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi kalurahan untuk menjalankan program yang tidak dibiayai melalui Dana Desa.“Kita tidak bahas Dana Desanya ada pengalihan, tapi kami mohon Danais ini nanti bisa sebagai alternatif,” ujarnya.Menurut Gandang, Nayantaka sebelumnya mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan agar alokasi Danais tetap tersedia. Nayantaka berharap Danais tidak berada di bawah Rp1 triliun, dengan usulan hingga Rp1,4 triliun atau Rp1,7–1,8 triliun.Gandang juga menjelaskan sebagian Dana Desa pada 2026 dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP). Ia memilih menyebut kebijakan tersebut sebagai pengalihan, bukan pemotongan.“Saya bahasa saya tidak dipotong ya. Tapi dialihkan untuk program KDMP,” kata Gandang.Menurut Gandang, porsi yang dialihkan mencapai sekitar 60–70 persen.“Sekarang itu 60 sampai 70 persen itu kan dialihkan untuk keperluan KDMP,” ujarnya.Pleret Gunakan Danais untuk PembangunanLurah Pleret, Taufiq Kamal. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi DarmaPemanfaatan Danais salah satunya dilakukan di Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul. Lurah Pleret Taufiq Kamal mengatakan Danais digunakan untuk sejumlah pembangunan di wilayahnya.Program tersebut antara lain pembangunan Gerbang Pleret, pengembangan kawasan situs, Lereng Sentono, kawasan selatan lapangan, dan program lainnya.Di sisi lain, Pleret memperoleh Dana Desa sekitar Rp1,2 miliar. Taufiq mengatakan angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan kebutuhan anggaran kalurahan.Pleret merupakan hasil penggabungan tiga desa. Kondisi tersebut membuat kebutuhan aparatur cukup besar. Menurut Taufiq, sekitar Rp1,6–1,7 miliar setiap tahun harus disiapkan untuk belanja pegawai.“Kenapa kok kami banyak seperti itu? Karena kan penggabungan, dulu gabungan dari tiga desa. Otomatis aparaturnya kan banyak,” katanya.Taufiq menyebut kebutuhan belanja pemerintahan secara keseluruhan mencapai sekitar Rp2,1–2,4 miliar. Kebutuhan itu mencakup listrik, perawatan gedung, penerangan, alat tulis, dan kebutuhan operasional lainnya.Selain Dana Desa sekitar Rp1,2 miliar, Pleret menurut Taufiq memperoleh bagi hasil pajak sekitar Rp300 juta.Bawuran Manfaatkan Danais untuk Jalan dan Pengelolaan SampahLurah Bawuran, Supardiono. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi DarmaPemanfaatan Danais juga dilakukan di Kalurahan Bawuran, Kabupaten Bantul. Lurah Bawuran Supardiono mengatakan Danais digunakan untuk pembangunan akses jalan dan pengembangan Balai Resik.Balai Resik tersebut digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi material bangunan.Sementara itu, Dana Desa Bawuran mengalami perubahan alokasi. Supardiono menyebut Dana Desa yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,6–1,8 miliar menjadi sekitar Rp300 juta pada 2026.“Kita banyak kendala karena sekarang Dana Desa sudah drop jauh, cuma Rp300 juta,” ujarnya.Menurut Supardiono, Dana Desa juga digunakan untuk kebutuhan seperti penanganan stunting dan kesehatan. Di sisi lain, kalurahan memiliki kebutuhan pembangunan, termasuk penyiapan lahan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemindahan kandang, dan pengurukan lahan.