Cuci Motor atau Mobil Perlu Kasih Tip? Begini Pendapat teman kumparan

Wait 5 sec.

Ilustrasi Cuci Mobil Foto: dok. IstimewaKebiasaan memberikan tip setelah mendapatkan pelayanan sudah menjadi hal yang umum dilakukan di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Tip biasanya diberikan sebagai bentuk apresiasi atau ucapan terima kasih atas jasa yang diberikan.Berbeda dengan upah, tipping merupakan uang tambahan di luar pembayaran utama yang diberikan secara sukarela. Salah satu praktiknya bisa ditemui saat menggunakan jasa cuci motor.Beberapa pelanggan memilih memberikan tip kepada pegawai yang mencuci atau mengelap kendaraannya sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan yang diberikan. Nominalnya pun beragam, tergantung pada kepuasan dan kebiasaan masing-masing pelanggan.Namun, praktik memberikan tip nyatanya masih menimbulkan perbedaan pandangan bagi sebagian orang, termasuk teman kumparan. Kira-kira, bagaimana pendapat mereka soal kebiasaan memberikan tip kepada pegawai cuci kendaraan? Pandangan teman kumparan soal Pemberian Tip Cuci KendaraanIlustrasi Cuci Mobil Foto: dok. IstimewaMenurut teman kumparan Hadi (36), memberikan tip setelah motornya dicuci merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para pegawai. Apalagi, ia biasanya membawa motor dalam kondisi sangat kotor sehingga pencuci perlu membersihkan hingga ke sela-sela bagian dalam yang cukup sulit dijangkau.Tip yang biasanya diberikan Hadi berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, tergantung harga jasa cuci motor. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut penting dilakukan karena bisa menambah pemasukan dan semangat kerja para pegawai.“Selain bentuk apresiasi, juga untuk menambah pemasukan dari pekerja jasa cucinya dan bisa menambah semangat bekerja juga,” tuturnya.Ilustrasi cuci motor. Foto: BikewaleDi sisi lain, teman kumparan Ulfa (32) juga mengaku terbiasa memberikan tip setelah kendaraan pribadinya selesai dicuci. Baginya, memberikan tip sudah menjadi kebiasaan, terutama ketika ia merasa puas dengan hasil kerja petugas yang mencuci kendaraannya.Salah satu hal yang membuat Ulfa tergerak memberikan tip adalah kinerja para petugas, terlebih ia cukup sering mencuci kendaraan saat malam hari. “Yang memutuskan aku untuk kasih tip adalah kinerja mereka, kum. Aku tuh sering banget cuci kendaraan sepulang kerja, otomatis malam, dan cari yang 24 jam,” tuturnya.Ia menilai para petugas tetap bekerja dengan maksimal meskipun sudah larut malam. “Biasanya kan kalau sudah malam orang malas untuk aktivitas, ya. Tapi si petugas steam justru semangat-semangat banget dan nyucinya itu nggak setengah-setengah, kum. Pasti detail dan bersih,” sambungnya.Untuk nominalnya, Ulfa menyesuaikan tip dengan harga jasa cuci kendaraan. Jika harga steam berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu, ia biasanya memberikan tip sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.Ilustrasi cuci mobil. Foto: dok. myfirstukSementara itu, pendapat berbeda disampaikan teman kumparan Bowo (35). Ia mengaku nggak menganggap pemberian tip sebagai sesuatu yang wajib dilakukan setiap kali mencuci kendaraan. Bowo biasanya memberikan tip ketika pegawai menunjukkan pelayanan yang menurutnya baik, seperti bersikap ramah, menyapa, atau membantu saat hendak menyeberang. Menurut Bowo, pemberian tip sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi dan pelayanan yang diterima. Apalagi, ia menilai harga jasa cuci mobil dan motor saat ini sudah cukup tinggi sehingga memberikan tip nggak harus dianggap sebagai kewajiban.Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan