Purbaya Targetkan Kemiskinan Indonesia Turun hingga 6,5 Persen pada 2027

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 6-6,5 persen pada 2027. Pemerintah memasang target tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen.Purbaya menilai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat mempercepat penurunan kemiskinan. Menurut dia, kebijakan fiskal yang efektif juga mampu memperkuat upaya pemerintah mencapai target tersebut.“Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong percepatan penurunan kemiskinan,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.Pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka berada pada kisaran 4,30-4,87 persen pada 2027. Pemerintah menargetkan rasio gini sebesar 0,362-0,367 dan Indeks Modal Manusia sebesar 0,575.Purbaya menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi 2,5 persen sebagai asumsi RAPBN 2027. Pemerintah memperkirakan tingkat bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mencapai 6,9 persen.Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah berada di level Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah juga menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel.Di sektor energi, pemerintah menargetkan lifting minyak bumi mencapai 612.500 barel per hari dan lifting gas mencapai 954.000 barel setara minyak per hari.Pemerintah merencanakan pendapatan negara sebesar Rp3.496 triliun dan belanja negara Rp4.097,29 triliun dalam RAPBN 2027. Pemerintah menjaga defisit anggaran pada level 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).Purbaya sebelumnya menyampaikan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran pada 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,85 persen pada Agustus 2025, turun dari 4,91 persen pada Agustus 2024.BPS juga mencatat tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025. (*)