Petugas mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTOPT PLN (Persero) mengonfirmasi adanya perubahan strategi dalam perluasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Pada masa awal masuknya EV ke Tanah Air, PLN gencar menetapkan target jumlah SPKLU secara mandiri, kini fokus dialihkan ke skema kemitraan dengan pihak swasta.Executive Vice President of Corporate Strategic Planning PT PLN (Persero), Abdan Hanif Satria, mencatat bahwa hingga pertengahan tahun ini infrastruktur pengisian daya umum telah tumbuh pesat.Berdasarkan paparan data PLN per 30 Juli 2026, jumlah SPKLU roda empat telah mencapai 5.081 unit atau mengalami pertumbuhan 22,5 kali lipat sejak 2021. Sementara itu, SPKLU khusus roda dua (2-Wheel SPKLU) tercatat sebanyak 619 unit atau meningkat hingga 27,3 kali lipat sejak 2024, serta Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) berjumlah 1.097 unit, tumbuh 6,49 kali lipat sejak 2023."Iya, itu untuk saat ini yang charging station, SPKLU sudah ada 5.000-an unit," kata Hanif saat ditemui kumparan di JIExpo Kemayoran, Kamis (27/8/2026).Saat ditanya mengenai target penambahan unit hingga akhir tahun, Hanif menyebut pihaknya kini tidak lagi mematok target angka, melainkan menyerahkan penetapan titik pada mekanisme pasar dan kolaborasi kemitraan.Petugas PLN mencoba alat pengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area 88b, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan"Kita sebenarnya ingin promote partnership juga. Karena kan untuk investasi di charging station-nya itu sendiri, itu mungkin juga butuh biaya. Jadi kalau misalkan dari sisi target, sebetulnya enggak ada target yang kemudian sekarang PLN masukkan ke dalam target seperti awal, ya," paparnya.Hanif menjelaskan bahwa pada fase awal ekosistem EV, PLN memang bertindak sebagai pendorong utama (pioneer). Namun, seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik, peran tersebut kini disesuaikan.Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (20/3/2024). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan"Karena PLN dulu punya target ketika EV ini memang butuh pendorong. Nah, sekarang kan sudah banyak gitu. Jadi sekarang kita akan lihat mekanisme market seperti apa. Tentu ketika pertumbuhan kendaraan listrik ini makin tinggi, maka kebutuhan akan charging station juga makin tinggi," ujar Hanif.PLN menjamin bahwasanya ketersediaan dan kesiapan daya kelistrikan tidak akan menjadi hambatan dalam perluasan jaringan ekosistem pengisian daya di tanah air."Dan yang PLN pastikan sebenarnya adalah di mana pun dan kapan pun charging station ini dibutuhkan dibangun, dan siapa pun yang mau bangun, karena di sini juga kita promoting partnership ya dengan private sector itu PLN selalu siap. Itu sih sebenarnya yang PLN pastikan," tandasnya.