Lokasi rencana pembangunan flyover Margonda Depok. Foto: Dok. IstimewaKemacetan menjadi pemandangan yang tak asing bagi warga dan pengguna Jalan Margonda Raya, Depok. Ruas jalan yang menjadi salah satu urat nadi Kota Depok itu kerap dipadati kendaraan, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar pintu keluar Tol Cijago, Kecamatan Beji. Di lokasi inilah rencana pembangunan flyover Margonda–Juanda disiapkan Pemerintah Kota Depok.Rencana tersebut kini mulai memasuki tahap awal. Pemerintah Kota Depok telah melakukan uji tanah atau sondir di sepanjang Jalan Margonda Raya sejak 13 Februari 2026.Pantauan kumparan Sabtu (29/8), tampak pengerjaan proyek sudah mulai berlangsung. Area proyek di tengah badan Jalan Margonda Raya ditutup menggunakan tripleks yang dilapisi banner putih dengan logo Pemerintah Kota Depok. Titik pengerjaan berada tidak jauh dari pintu keluar Tol Cijago.Kepala Bappeda Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pembangunan flyover."Salah satunya untuk mengukur kondisi tanah melalui kegiatan sondir, yaitu metode pengujian tanah di lapangan," ujar Dadang.Proyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparanMenurut Dadang, uji tanah di lokasi telah dimulai pada 13 Februari 2026 dan saat ini sudah selesai. Alat yang digunakan untuk pekerjaan tersebut kemudian memasuki tahap demobilisasi."Sekarang dalam tahap demobilisasi alat. Lokasi 1 titik dengan kedalaman 30 meter," katanya.Setelah studi kelayakan rampung, Pemkot Depok akan melanjutkan proyek ke tahap lelang Detail Engineering Design (DED) dan konstruksi."Setelah FS selesai dilanjutkan lelang DED dan konstruksi. Ground breaking konstruksi diperkirakan dimulai triwulan 4 tahun 2026, sehingga pembangunannya multiyears," ujar Dadang.Proyek flyover Margonda-Juanda diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 250 miliar. Pembangunan tersebut menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri dalam upaya menata kemacetan sekaligus memperkuat sistem transportasi terintegrasi.Flyover tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di salah satu simpang yang selama ini menjadi titik kemacetan di Depok.Warga Lebih Pilih Flyover Ketimbang GapuraProyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparanDi tengah rencana pembangunan tersebut, persoalan kemacetan Margonda di titik lainnya kembali menjadi perhatian warga.Pada Sabtu (29/8), sejumlah warga yang ditemui di kawasan Margonda menilai pembangunan infrastruktur yang benar-benar berdampak terhadap arus lalu lintas lebih dibutuhkan dibandingkan pembangunan yang hanya berfungsi sebagai penanda atau estetika kota.Salah satunya Dewi. Dia menyoroti pembangunan gapura di jalan Margonda. Dia menilai pembangunan gapura di kawasan perbatasan Depok-Jakarta Selatan memang dapat mempercantik wajah kota. Namun, menurutnya, keberadaan gapura tidak banyak berpengaruh terhadap persoalan kemacetan."Kalau menurut saya gapura sih nggak terlalu nge-effect buat kemacetan di Depok. Kalau saya prefer sih ke flyover ya untuk mengurai kemacetan," ujar Dewi kepada kumparan.Menurut Dewi, salah satu titik kemacetan yang paling parah berada di kawasan Jalan Margonda, khususnya di sekitar perbatasan UI dan Margonda.Kepadatan kendaraan bahkan semakin terasa ketika akhir pekan. "Kalau weekend apalagi itu nggak bisa jalan sama sekali," katanya.Dia menilai gapura lebih memiliki fungsi estetika dan dapat menjadi tempat warga mengambil foto. Namun, fungsi tersebut berbeda dengan infrastruktur transportasi yang secara langsung dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan."Kalau misalnya estetik, paling buat foto-foto, buat ini. Tapi untuk mengurai kemacetan kayaknya nggak ini banget deh," ucapnya.Proyek pembangunan flyover Margonda di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Dok. kumparanDewi juga menyambut rencana pembangunan flyover di sekitar pintu keluar Tol Cijago. Meski belum yakin seberapa besar dampaknya, dia berharap proyek tersebut bisa menjadi salah satu solusi kemacetan di Depok."Kayaknya sedikit ya, mengurai. Tapi kita juga nggak tahu ya, semoga aja sih ada jalan keluar lah untuk solusi kemacetan di Depok lah terutama," ujarnya.Pandangan serupa disampaikan Iqbal. Dia tidak mempersoalkan pembangunan gapura karena menurutnya infrastruktur tersebut dapat menjadi identitas dan penanda wilayah Kota Depok."Pembangunan gapura itu sih bagus ya, seperti infrastruktur, sebagai pengenalan Kota Depok. Apalagi kan gapura itu kan antara Depok sama Jakarta Selatan," kata Iqbal saat diwawancarai kumparan.Namun, menurut dia, kebutuhan terhadap infrastruktur untuk mengatasi kemacetan jauh lebih mendesak."Selain gapura gitu, kan gapura sebagai penanda aja deh, Bang, perbatasan Depok dengan Jakarta. Paling pembuatan flyover aja sih yang dijanjikan. Karena kan flyover itu kan bisa menjadi supaya nggak macetnya," ujarnya.Iqbal menyebut kawasan sekitar pintu keluar tol dan Mal Margo City sebagai sejumlah titik yang kerap mengalami kepadatan."Mungkin kalau adanya flyover atau jembatan layang, itu bisa kualitasnya jadi lancar," tambahnya.KDM Janjikan Dibangun 2027Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai Rapat Paripurna Kesepakatan Bersama antara Gubernur dan DPRD atas Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun 2027 di DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (4/8/2026). Foto: Abisatya/kumparanHarapan warga terhadap pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan tersebut sejalan dengan rencana yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.Dedi menjanjikan pembangunan flyover Margonda dan underpass Citayam pada 2027. Kedua proyek tersebut disiapkan untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas di wilayah Depok dan sekitarnya.Untuk Margonda, flyover menjadi salah satu solusi yang disiapkan untuk mengurai kepadatan di ruas jalan utama Kota Depok. Sementara di Citayam, proyek yang direncanakan berupa underpass yang menghubungkan kawasan Citayam dengan Bojonggede.Dedi menargetkan kedua proyek tersebut mulai direalisasikan pada 2027. Pembangunannya akan melibatkan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, pembangunan flyover Margonda akan memasuki tahap konstruksi setelah sebelumnya Pemkot Depok melakukan penyusunan studi kelayakan dan uji tanah.Artinya, pekerjaan fisik flyover Margonda–Juanda diproyeksikan mulai bergerak pada akhir 2026 dan berlanjut secara multiyears hingga pembangunan selesai.