Sekolah di Palangka Raya Belajar Daring Imbas Kabut Asap Karhutla

Wait 5 sec.

Sejumlah anak melihat kebakaran lahan yang mendekati permukiman warga di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/8/2026). Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTOKebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah semakin memburuk. Kondisi itu memaksa proses belajar belajar di sekolah diganti dengan belajar jarak jauh atau daring. “Pada dasarnya, itu bukan libur sekolah. Lebih tepatnya dikatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 31 Agustus 2026,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, melalui Sekretaris Dinas, Vico. Dia mengatakan, kebijakan PJJ tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap yang masih pekat dan disertai indikator kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.“PJJ ini akan terus dievaluasi. Apabila kondisi asap atau kualitas udara sudah normal, proses belajar-mengajar akan kembali seperti biasa,” kata Vico.Namun, jika kondisi udara atau kabut asap tetap sama atau bahkan memburuk, masa pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah masing-masing akan diperpanjang.“Surat edaran yang kita keluarkan ini sudah yang ketiga. Surat yang kedua saat itu diperuntukkan bagi PAUD yang libur, sementara bagi SD dan SMP waktu itu hanya diundur waktu masuk sekolah. Nah, surat ketiga ini menegaskan bahwa selama tiga hari ke depan dilakukan pembelajaran jarak jauh,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, melalui Prakirawan Ika mengatakan, kondisi kualitas udara berdasarkan pantauan PM2.5 pada 28 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 07.00 WIB berada dalam rentang kategori sedang hingga sangat tidak sehat.Salah satu orang tua siswa, Rita, yang putrinya masih duduk di kelas lima SD, menyambut baik keputusan Wali Kota Palangka Raya untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa jenjang sekolah dasar dan sederajat.“Sebenarnya kalau tetap masuk sekolah, kami khawatir. Anak-anak masih susah disuruh memakai masker. Kalau belajar dari rumah, setidaknya kami bisa meminta mereka untuk tidak keluar rumah,” ucapnya.